KUPANG, KN – Sebuah insiden kebakaran melanda salah satu rumah area pemukiman padat penduduk di wilayah RT 23 / RW 02, Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang pada Jumat (19/6) pagi.

Rumah milik salah satu warga hangus terbakar setelah dipicu oleh aktivitas bermain pemantik gas oleh seorang anak balita di dalam kamar tidur.

Peristiwa naas tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.30 WITA.

Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi kejadian, petaka ini bermula ketika seorang anak perempuan berusia lima tahun berinisial F sedang berada di dalam rumah bersama sang ayah yang kala itu tengah tertidur pulas. 

Sementara anggota keluarga lainnya, termasuk ibu, kakek, dan nenek korban, sedang beraktivitas di luar rumah.

Bocah perempuan tersebut diduga menemukan pemantik gas milik ayahnya yang tergeletak di sekitar area tempat tidur. 

Korban kemudian memainkan pemantik gas tersebut di atas kasur spons. 

Percikan api yang keluar dari pemantik langsung menyambar material busa kasur yang mudah terbakar. 

Api dengan sangat cepat membesar dalam hitungan detik. 

Sang ayah yang tersentak bangun mendapati kamar sudah dikepung asap tebal langsung berupaya menyelamatkan diri bersama anaknya. 

Lantaran situasi panik dan keterbatasan alat, upaya pemadaman darurat oleh warga sekitar gagal membendung amuk api yang akhirnya merembet ke seluruh bangunan rumah.

Merespons tragedi ini, Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Alak, AKP I Ketut Setiasa, S.H., melayangkan imbauan keras kepada seluruh elemen masyarakat. 

Ia menegaskan agar para orang tua jauh lebih waspada dan selektif dalam menaruh barang-barang berbahaya yang rentan memicu kebakaran di dalam lingkungan rumah tangga.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak meninggalkan benda-benda yang dapat memicu kebakaran, seperti pemantik gas atau korek api, dalam jangkauan anak-anak. Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah terjadinya kejadian serupa yang dapat mengakibatkan kerugian harta benda bahkan membahayakan keselamatan jiwa,” tegas AKP I Ketut Setiasa.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam musibah ini akibat evakuasi dini yang berhasil dilakukan. 

Kendati demikian, sebagian rumah hangus terbakar beserta beberapa aset di dalamnya tidak berhasil diselamatkan. 

Hingga saat ini, total kerugian material yang diderita oleh keluarga korban masih dalam proses pendataan dan perhitungan lebih lanjut oleh pihak terkait. (agn)