KUPANG, KN – Pemerintah Kota Kupang menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia lewat penyediaan akses kesehatan yang merata. 

Salah satu bentuk nyatanya diwujudkan melalui agenda Khitanan Massal Lingkup Pemerintah Kota Kupang Tahun 2026 yang diresmikan oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., di Masjid Al-Mutazam Namosain pada Senin (15/6).

Sebanyak 100 orang peserta yang berusia antara 2 hingga 22 tahun dari 20 masjid di Kota Kupang berpartisipasi dalam bakti sosial ini. 

Program kepedulian tersebut rupanya telah menjadi agenda rutin tahunan Pemkot Kupang yang konsisten berjalan sejak tahun 1997.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega, S.H., sejumlah pimpinan dinas, Direktur RSUD S.K. Lerik, tim kesehatan, Kepala MIS Fathul Mubin Iman Nawawi, S.S.Pd., Ketua Yayasan Tarbiyatul Islamiyah NTT Pahlawan Mukin, S.Pd., serta Imam Masjid Al-Mutazam Namosain Ali Wahid, S.Pd.

Dalam arahannya, Serena menjelaskan bahwa program khitanan massal ini tidak sekadar pelayanan medis biasa, melainkan bentuk investasi jangka panjang untuk masa depan masyarakat.

“Bagi Pemerintah Kota Kupang, pilar pembangunan yang paling utama adalah manusia. Oleh sebab itu, sektor kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan warga wajib menjadi prioritas yang kita kawal bersama,” ungkap Serena.

Ia memaparkan bahwa khitan membawa dampak positif yang besar, baik dari segi pemeliharaan kesehatan maupun pemenuhan nilai religius dan pembentukan karakter.

Eksistensi program yang mampu bertahan selama hampir tiga dekade ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkot Kupang dalam menghadirkan pelayanan sosial keagamaan yang menyentuh akar rumput.

Manfaatkan Libur Sekolah dan Gandeng Tim Medis Profesional

Di sela-sela acara, Serena menyempatkan diri menyapa dan menyuntikkan motivasi kepada para peserta agar tetap berani. 

Ia mengapresiasi hadirnya beberapa peserta kategori dewasa yang ikut mendaftar dalam khitanan massal ini.

“Adanya partisipasi dari peserta dewasa menjadi tanda bahwa pemahaman warga akan pentingnya menjaga kesehatan medis kian meningkat. Ini tren yang sangat baik,” puji Serena.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan waktu pelaksanaan di masa libur sekolah sengaja dilakukan agar anak-anak memiliki durasi pemulihan pasca-tindakan yang cukup sebelum kembali masuk sekolah. 

Serena juga menjamin seluruh proses sirkumsisi ini ditangani langsung oleh tim dokter dan perawat profesional, sehingga aspek higienis serta keamanannya sangat terjamin.

Wakil Wali Kota turut menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang proaktif memperhatikan kesehatan anak, serta mengapresiasi kinerja Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, para relawan, dan segenap pengurus Masjid Al-Mutazam Namosain yang telah memfasilitasi tempat pelaksanaan acara. (agn)