Lebih dari itu, program ini merupakan wadah untuk menceritakan jati diri dan arah masa depan ibu kota NTT tersebut.

“Kami ingin membangun identitas kokoh yang mampu memperkenalkan keunikan budaya, produk lokal, dan karakter masyarakat Kupang ke khalayak luas. Oleh sebab itu, setiap tahapannya memerlukan kajian mendalam agar merepresentasikan wajah asli kota ini,” ujar Serena.

Sebagai bagian dari strategi, Pemkot Kupang akan menggelar sayembara desain Maskot Kota Kupang. Wakil Wali Kota sangat mendukung ide ini karena memberikan kesempatan bagi warga untuk ikut andil secara langsung. 

Menurutnya, maskot yang lahir dari kontribusi masyarakat akan memicu rasa kepemilikan yang lebih kuat.

Kehadiran maskot ini nantinya diproyeksikan menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk diaplikasikan ke dalam berbagai suvenir resmi. 

Selain itu, ikon baru ini akan menjadi media promosi penting menyambut gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Di sisi lain, Serena meminta agar pemasaran produk lokal—terutama sei—dilakukan secara lebih masif melalui platform berskala regional hingga nasional demi mengukuhkan Kupang sebagai destinasi kuliner dan budaya yang memikat.