KUPANG, KN — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka gelaran Event Budaya Tingkat Kelurahan Maulafa di halaman GMIT Laha-Roi Tofa, Selasa (2/6). Acara yang berlangsung meriah di sebuah aula terbuka ini memadukan unjuk kreativitas seni tradisional dengan program edukasi literasi keuangan bagi masyarakat setempat.

Pembukaan event ditandai dengan pemukulan gong oleh dr. Christian Widodo di atas panggung, disaksikan oleh jajaran pemerintah kelurahan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan. Kehadiran orang nomor satu di Kota Kupang ini disambut hangat dengan tarian adat tradisional yang dibawakan dengan lincah oleh warga lokal mengenakan pakaian adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang mengapresiasi tinggi inisiatif Kelurahan Maulafa dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Beliau menekankan pentingnya menjaga akar budaya bangsa di tengah arus modernisasi.

“Event budaya seperti ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan benteng pertahanan kita untuk menjaga dan mewariskan kekayaan leluhur kepada generasi muda. Saya sangat bangga melihat anak-anak kita begitu lincah dan mencintai tarian adatnya sendiri,” ujar dr. Christian Widodo di sela-sela acara.

Selain itu, kolaborasi malam ini sangat luar biasa karena tidak hanya merayakan budaya, tetapi kegiatan ini juga mengedukasi warga agar lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan serta merawat mata uang Rupiah.

Kolaborasi Edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah

Selain menyuguhkan pentas seni, acara ini juga dimeriahkan oleh program sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah yang dihadirkan oleh Duta Rupiah Flobamorata bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan NTT.

Melalui interaksi langsung di atas panggung, tim edukasi memberikan pemahaman mendalam kepada warga mengenai kedaulatan mata uang nasional:

  • Rupiah sebagai Simbol Kedaulatan: Menegaskan bahwa Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  • 3 Jurus Jitu (3D): Mengajak masyarakat untuk selalu mengenali keaslian uang melalui metode Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
  • Mengenal Blind Code: Petugas juga mengedukasi warga, termasuk para tokoh adat, mengenai unsur pengaman berupa kode tuna netra (blind code) guna membantu aksesibilitas rekan difabel dalam mengenali pecahan uang.
  • Merawat Rupiah dengan 5J: Warga diimbau untuk menjaga fisik uang kertas dengan formula 5J, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Distapler, Jangan Dicoret, dan Jangan Dibasahi.

Kemeriahan malam budaya ini semakin memuncak dengan diadakannya kuis berhadiah yang disambut antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia. Sejumlah warga yang berhasil menjawab pertanyaan seputar budaya setempat dan literasi Rupiah pulang dengan membawa bingkisan menarik dari panitia.

Melalui sinergi antara pelestarian budaya lokal dan edukasi finansial ini, Pemerintah Kota Kupang berharap masyarakat Kelurahan Maulafa dapat tumbuh menjadi masyarakat yang maju secara ekonomi tanpa kehilangan identitas budayanya. (agn)