Beliau mengibaratkan koperasi seperti sebuah kapal yang tangguh. Koperasi tidak diciptakan untuk diam tanpa pergerakan di pelabuhan. Koperasi harus berani mengarungi tantangan demi mengurai benang kusut perekonomian warga di Kupang.
Lebih lanjut, Wali Kota menyebut momentum pembangunan gedung baru ini sebagai lambang optimisme menuju kemandirian ekonomi. Baginya, koperasi adalah wujud konkret dari implementasi nilai-nilai luhur Pancasila yang mengedepankan asas gotong royong.
Di tengah perubahan zaman yang serbacepat, Christian juga mengingatkan pihak manajemen agar tidak lengah. Koperasi dituntut untuk terus memutakhirkan strategi dan jeli melihat peluang teknologi.
“Kita mungkin tidak bisa mengontrol arah angin, namun kita punya kendali penuh untuk mengarahkan layar kapal kita. Di era yang dinamis ini, inovasi dan adaptabilitas adalah kunci,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Christian berharap proses konstruksi gedung baru tersebut dapat rampung tanpa kendala. Ia meyakini, fondasi terkuat dari Kopdit Pintu Air bukan terletak pada material bangunannya, melainkan pada integritas pelayanan, kerja keras pengurus, serta besarnya kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Kupang. (agn)





Tinggalkan Balasan