KUPANG, KN – Perayaan penutupan Bulan Budaya Jemaat GMIT Maranatha Oebufu Tahun 2026 sukses diselenggarakan dengan penuh khidmat dan kemeriahan. Acara puncak yang menampilkan kekayaan ragam etnis ini menjadi wadah positif dalam merawat identitas kultural di tengah jemaat.

Dalam laporan dan sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, Martin Manafe, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang berjalan sejak minggu pertama bulan Mei dapat terlaksana dengan baik berkat penyertaan Tuhan dan komitmen iman seluruh panitia.

“Dalam kerendahan hati, kami menaruh firman Tuhan dalam Mazmur 127 ayat 1 sebagai landasan kepanitiaan kami. Kami percaya tanpa campur tangan Tuhan, maka semua yang kami kerjakan akan sia-sia,” ungkap Martin.

Martin menjelaskan bahwa perjalanan Bulan Budaya tahun ini diawali dengan penampilan dari etnis Sabu pada pembukaan dan diakhiri secara apik oleh etnis Timor pada malam penutupan. Sepanjang momentum ini, jemaat disuguhkan kekayaan budaya yang dikemas dalam bentuk tarian, pujian, hingga narasi-narasi adat.

“Tujuan utama dari penutupan Bulan Budaya saat ini adalah untuk melestarikan budaya asli kita sekaligus memperkenalkannya secara mendalam kepada generasi muda jemaat agar tidak kehilangan jati diri mereka,” tegas Martin.

Atas kelancaran dan kesuksesan acara tersebut, Martin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Kupang. Secara khusus, ia berterima kasih kepada Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang telah memberikan dukungan penuh sejak masa audiensi hingga berkenan hadir langsung menyaksikan malam pagelaran kesenian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Camat Oebobo serta Plh. Lurah Oebufu yang turut hadir mendampingi jemaat.

Kemeriahan malam budaya ini pun memantik rasa bangga dari warga jemaat yang memadati halaman gereja. Aditya, salah seorang jemaat yang hadir, mengungkapkan kekagumannya atas inisiatif berkala ini.

“Saya sangat bangga melihat anak-anak muda begitu luwes membawakan tarian daerah dan mencintai pakaian adatnya sendiri. Kegiatan seperti ini harus terus didukung penuh karena menjadi kekuatan budaya bagi generasi penerus di Kota Kupang,” tutur Aditya di sela-sela acara. (agn)