Harapan Orang Tua Murid untuk Revitalisasi dan Wajib Belajar 13 Tahun
Dalam suasana suka cita, aktivitas belajar di TK Kristen Kota Kupang semakin berwarna dengan kedatangan Mendikdasmen. Semua murid menyambut kedatangan Menteri Mu’ti dengan meriah. Mereka menyanyikan lagu Rukun Sama Teman sambil bertepuk tangan.
Salah orang tua murid TK, Hamida Arifin, mengatakan bahwa TK Kristen Kota Kupang merupakan salah satu TK yang memiliki mutu pendidikan yang baik, khususnya di Kota Kupang. Selama bersekolah, anaknya mengalami kemajuan yang pesat, seperti sudah bisa menulis, mandiri bersekolah, dan pandai berhitung.
Setelah mendapatkan kabar soal revitalisasi, Hamida dan orang tua murid lainnya merasa sangat senang dan bersyukur. Ia berharap, hadirnya gedung dan beserta fasilitas bermain baru nantinya membuat TK Kristen Kota Kupang semakin meningkat mutu pendidikannya.
“Sebagai orang tua saya sangat mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun karena terbukti anak saya sudah memiliki banyak pertumbuhan selama bersekolah. Anak saya senang ke sekolah, bermain bersama teman-temannya, dan di sini juga sudah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG),” terang Hamida.
Selain itu, orang tua murid lainnya, Ryan Rudolf Lewo, merasa bahwa program revitalisasi sangat tepat sasaran untuk TK Kristen Kota Kupang. Menurutnya, revitalisasi membawa harapan baru untuk memantik orang tua kepada program Wajib Belajar 13 Tahun.
“Anak saya ini sudah hampir satu tahun sekolah di sini. Saya melihat perjuangan guru dan kepala sekolah untuk bisa meningkatkan mutu di tengah segala keterbatasan. Semoga revitalisasi ini berjalan lancar dan anak-anak segera bisa menikmati fasilitas baru,” tutup Ryan.
TK Kristen Kota Kupang merupakan salah satu dari 809 satuan pendidikan penerima revitalisasi di NTT tahun 2026. Revitalisasi di TK ini meliputi pembangunan dua ruang kelas, satu ruang administrasi, toilet, dan Alat Peraga Edukatif (APE) dengan total bantuan lebih dari Rp860 juta.
Secara keseluruhan, Provinsi NTT menerima bantuan revitalisasi tahun 2026 dengan total anggaran lebih dari Rp630 miliar untuk 809 satuan pendidikan. Per April 2026, sebanyak 9 satuan pendidikan telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan 800 sekolah lainnya dalam proses PKS. (*/ab)



Tinggalkan Balasan