Kupang, KN – Walikota Kupang, dr Christian Widodo, Jumat (5/12) siang mewawancarai empat calon direktur Perumda Pasar. Ini adalah sesi terakhir dari mekanisme seleksi direktur BUMD milik Pemerintah Kota Kupang, pasca kevakuman jabatan beberapa bulan terakhir. Keempat calon sesuai urutan nomor wawancara, yakni James Faot, Ganda Tallo, Stenly Boymau dan Meilfrits Gaspersz. Terpantau media ini, wawancara berlangsung di ruang kerja walikota, dimana satu persatu calon dipersilahkan masuk dan diwawancarai oleh orang nomor satu di Pemerintah Kota Kupang ini.
Wawancara ini berlangsung tidak lama, karena hanya berupa pendalaman dari makalah yang sudah dipresentasikan oleh setiap calon di hadapan panitia seleksi (Pansel) pekan kemarin.
Stenly Boymau, salah satu calon direktur yang dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa tahapan paling puncak dari proses ini adalah sesi wawancara, dan sesi itu sudah selesai, Jumat siang. Selanjutnya walikota akan mengambil keputusan berdasarkan hasil wawancara tersebut.
“Ini sesi paling puncak. Puji syukur karena kami berempat mengikuti sesi ini. Selanjutnya, kita serahkan ke pak walikota. Beliau sebagai pengguna, tentu memiliki konsep berpikir tentang tatakelola pasar yang profesional sehingga dari kami berempat ini, pasti ada yang satu frekwensi dengan beliau. Mari kita menanti sambil terus berdoa, yakin bahwa yang terbaiklah yang akan diputuskan,”tegas mantan Pemred Timor Express (Jawa Pos Group) ini.
Di akhir sesi wawancara, Stenly yang juga Waketum KADIN NTT ini menyerahkan makalah yang dipresentasikannya di depan Pansel kepada Walikota dr Chris Widodo. “Saya serahkan visi, misi dan program kerja saya kepada Pak Walikota sebagai bukti keseriusan saya membangun Perumda Pasar. Dan ini juga bisa dipakai oleh pemimpin baru jika bukan saya yang terpilih. Kita profesional, ide kita silahkan dipakai untuk kemajuan kota ini,”ungkapnya.
Adapun visi besar yang diusung pengurus Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) NTT dan juga APINDO NTT ini, adalah Pasar Naik Kelas. Stenly menghadirkan konsep tatakelola pelayanan pasar yang modern dimana manajemen harus berani menghadirkan pembayaran retribusi secara digital.
“Salah satu program unggulan saya adalah, bagaimana kita menghadirkan layanan pembayaran retribusi-retribusi di pasar secara digital. Ada aplikasi yang kita siapkan, ada item-item pembayaran disana silahkan dipilih mau bayar apa. Tentu setiap pedagang harus punya identitas digital sehingga kita tau siapa jual apa dan dimana, berkontrak dengan kita berapa lama, bayarnya berapa. Dengan layanan digital seperti ini, Pak Walikota pun bisa memantau real time pemasukan kita setiap hari,”tegas Stenly menambahkan, dengan strategi ini, dia menjamin akan mengurangi kebocoran-kebocoran dalam pembayaran retribusi. Bahkan dia menjamin, dengan penerapan E-retribusi (QRIS & e-ticketing) ini bisa menurunkan kebocoran hingga 40%.
Selain itu, dia juga menyentil soal kelayakan lapak dan berbagai fasilitas pasar yang harus segera dibenahi agar pengunjung bisa nyaman serta kebersihan pasar yang masuk dalam skala prioritas jangka pendek. Konseptor Kupang Green and Clean (KGC) penyumbang tiga Tropy Adipura ini menyebut, dia menghadirkan tata kelola sampah jangan oendek, menengah dan panjang. (sb/ab)

