Bank NTT Serahkan Dana CSR Rp330 Juta, Biayai Pemasangan Listrik Bagi Warga Miskin di Matim

Bank NTT Serahkan Dana CSR Rp330 Juta, Biayai Pemasangan Listrik Bagi Warga Miskin di Matim. (Foto: Istimewa)

Borong, KN – Sebanyak 152 rumah warga kurang mampu di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mendapat bantuan pemasangan listrik baru secara gratis bersumber dari dana Corporate Social Resposibility (CSR) Bank NTT.

Simbolis dana CSR sebesar Rp 330.400.000 ini diserahkan oleh Kepala Bank NTT Cabang Borong, Machsi Y. H. Tasekeb kepada Bupati Matim, Agas Andreas, dan berlangsung di Kantor Bupati, Lehong, Kamis (16/10/2025). Hadir saat itu Sekda Matim, Boni Hasudungan.

Selain itu hadir Wakil Kepala Bank NTT Cabang Borong, Emanuel S. R. Meka, Asisten Sekda, pimpinan OPD, camat, dan pegawai Bank NTT. Proses dari dana tanggung jawab sosial perusahaan ini tidak ke rekening Pemda Matim, tapi langsung rekening pelaksana alias vendor listrik.

Bupati Agas Andreas, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank NTT atas program CSR kepada Pemerintah dan masyarakat Matim. Peruntukan dana ini menitik beratkan sasaran bagi rumah tangga tidak mampu membayar biaya penyambungan listrik.

“Jadi biaya pasang baru listrik ini gratis kepada penerima bantuan. Dana CSR ini tidak masuk ke rekening daerah, tapi dicairkan dari Bank NTT langsung ke rekening vendor listrik sebagai penyedia dan pemasangan,” ujar Bupati Agas.

Ia menerangkan, kontribusi CSR Bank NTT sangat bermanfaat untuk program penyambungan listrik bahi rumah tangga tidak mampu yang belum berlistrik di wilayah Kabupaten Matim, sebagai salah satu upaya peningkatan rasio elektrifikasi.

Bupati Agas menjelaskan rasio elektrifikasi Kabupaten Matim hingga keadaan Agustus 2025 sebesar 89,41 %. Sehingga hal ini yang menjadi dasar Pemda Kabupaten Matim minta bantuan Bank NTT melalui program CSR untuk pemasangan baru listrik.

Ia menyebut, tahun 2025 menjadi tahun kedua CSR Bank NTT berkontribusi dalam program pemasangan listrik bagi 152 rumah tangga tidak mampu di wilayah itu. Bantuan dalam program yang sama pada tahun 2023 dengan sasaran 294 rumah tangga dan 14 fasilitas umum menyebar di 12 kecamatan.

“Sementara tahun ini pemasangan untuk 152 rumah yang menyebar di Enpat Kecamatan, yakni Kecamatan Lamba Leda, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kecamatan Lamba Leda Timur, dan Kecamatan Congkar,” sebut Bupati Agas.

Ia mengatakan, semua hal itu mencerminkan kuatnya komitmen Bank NTT dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Matim melalui program CSR. Diharapkan, para camat ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Upayakan Masa Kerja Tenaga Honor Diperpanjang

“Saya minta para camat bersama kepala desa untuk awasi pelaksanaan di lapangan. Sehingga program CSR Bank NTT ini dapat memberikan dampak positif dan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Matim,” kata Bupati Agas.

Ia juga meminta kepada masyarakat kabupaten Matim untuk bisa menabung dan memanfaatkan jasa layanan Bank NTT. Selain itu meminta pihak Bank NTT untuk buka kantor pelayanan di wilayah Wukir, kecamatan Elar Selatan. Sebab warga merindukan adanya lembaga Bank di wilayah itu.

Kepala Bank NTT Cabang Borong, Machsi Y. H. Tasekeb, menjelaskan bahwa bantuan CSR dari Bank NTT ini sebetulnya atas dasar permintaan Pemda Matim melalui surat Bupati Matim sebagai salah satu pemegang saham kepada Direksi Bank NTT pada 21 Juli 2025. Peruntukan CSR itu adalah program sambungan listrik.

“Pada prosesnya, surat dari Bupati itu mendapat persetujuan dari Direksi dengan nilai CSR Rp 330.400.000. Surat persetujuan ini kami dapat pada akhir Agustus 2025. Peruntukan CSR ini, sambungan baru listrik bagi 152 rumah tangga miskin di Kabupaten Matim,” jelasnya.

Machsi yang akrab disapa Maxi mengatakan CRS itu tujuanya untuk mendukung pembangunan di daerah, termasuk bidang kelistrikan. Selain itu adanya kepedulian dari Bank NTT bersama Pemda Matim bagi warga masyarakat Matim yang hingga saat ini belum dialiri atau mendapat penerangan listrik PLN.

“Kita ketahui bahwa dengan listrik, anak-anak bisa belajar di malam hari dan keluarga menjalani hidup yang lebih aman dan produktif atau ada aktifitas ekonomi. Bantuan ini membawa kegimbiraan dan harapan baru bagi 152 rumah warga,” kata Maxi.

Ia juga melaporkan kinerja Bank NTT Cabang Borong hingga keadaan September 2025 dengan nilai baik. Asset kini mencapai Rp. 522 miliar atau tumbuh 7.96 % dari tahun 2024 sebesar Rp. 483 miliar. Kredit mencapai Rp. 504 miliar atau tumbuh 8.92 % dari tahun 2024 sebesar Rp. 463 miliar.

Kemudian lanjut Maxi, terkait Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp. 345 miliar atau tumbuh 15.25 % dari tahun 2024 sebesar Rp. 299 miliar. Penyertaan modal Pemda Kabupaten Matim Rp 100 miliar lebih, dan terbesar ke-5 dari semua kabupaten terhitung juga di dalamnya pemerintah Provinsi NTT. (*/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS