De Rosari Kritik Manajemen PT. Flobamor: Subsidi Rp19,6 Miliar, Tapi Hidup Enggan Mati Tak Mau

Ketua Komisi III DPRD NTT Yohanes De Rosari. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Ketua Komisi III DPRD NTT Yohanes De Rosari melontarkan kritik keras terhadap manajemen PT. Flobamor. Politisi Partai Golkar, itu bahkan menyebut perusahan daerah itu seperti hidup enggan mati tak mau.

“PT. Flobamor mengelola bantuan subsidi dari pusat Rp19,6 miliar, tapi terus merugi. Kita minta Gubernur untuk mengevaluasi manajemen PT. Flobamor,” kata De Rosari usai RDP bersama manajemen PT. Flobamor, KI Bolok dan BLUD SPAM, Rabu (30/7/2025) sore.

Ia menegaskan, komitmen DPRD NTT adalah mendukung penuh pemerintah Provinsi NTT, dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, pihaknya terus mendorong BUMD, agar bisa memberikan kontribusi yang maksimal terhadap PAD.

“Kita harus punya ritme yang sama dengan Gubernur, dalam rangka peningkatan PAD Rp2,8 triliun. Kita mengharapkan, melalui inspektorat dan badan perijinan satu pintu, untuk mengoptimalkan kinerja, agar target PAD Rp2,8 triliun bisa tercapai,” terangnya.

Hal yang sama juga ditekankan kepada BLUD SPAM. De Rosari mengatakan, BLUD SPAM maupun PT. KI Bolok yang mengelola aset lahan 9 hektar milik Pemprov NTT, harus memberikan kontribusi yang optimal terhadap PAD.

BACA JUGA:  Kompol Veronica Bangga Bisa Mewakili Polda NTB dalam Konferensi Polwan Sedunia

“Jangan BUMD pakai penyertaan modal dari Pemprov 100 persen, tapi kita kerjanya nihil. Kita mau agar ada income atau manfaat untuk daerah ini,” tegasnya.

Legislator asal Dapil Flores Timur, Lembata dan Alor juga menyoroti manajemen anak perusahan PT. Flobamor yakni PT. Flobamora Bangkit Internasional, yang mengelola aset Hotel Sasando. De Rosari mengatakan, gaji karyawan Hotel Sasando sampai saat ini tidak dibayar. Sehingga pihaknya mendorong Gubernur NTT melakukan evaluasi total manajemen.

DPRD NTT, lanjutnya, terus mendorong BUMD agar bisa bangkit dari keterpurukan lewat kontribusi pikiran-pikiran yang positif, supaya target PAD yang sudah ditetapkan Gubernur NTT bisa tercapai.

“Jangan aset tidur, kita juga bobo. Kalau aset tidur kita manfatkan sehingga bisa memberikan PAD untuk daerah. Kami akan panggil lagi direktur dan komisaris PT. Flobamor. Demikian juga kami akan benahi BLUD SPAM, agar target yang sudah ditetapkan oleh Pemprov NTT Rp2,8 triliun bisa dicapai,” pungkasnya. (*)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS