Kata dia, meskipun Penlok itu berdasarkan data namun, seharusnya mengkonfirmasi kembali ke warga apakah data itu benar atau tidak.

“Sejak awal kami menyampaikan penolakan ini dan kami merasa bahwa proyek ini di paksa untuk jadi di sana, jadi intinya kami minta SK itu bisa di cabut,” ungkapanya.

Sementar Yudi, juga menilai bahwa keputusan bupati Manggarai dalam proyek ini merupakan atas dasar kepentingan orang lain atau daerah lain seperti Labuan Bajo. Sementara Racio eletrifikasi mencapai hampir 100 %

“Lalu, rencana pengembangan 40 MW yang nanti akan di eksploitasi dengan mengorbankan puluhan ribu warga Poco Leok itu untuk siapa lagi,” tanya Yudi.

Kemudian Tino selaku perwakilan dari Gendang Tere Poco Leok menyebutkan, berbagai hal negatif tentang Geothermal hingga pada titik keputusan agar Bupati segera mencabut SK Penlok itu.

Menanggapi itu, Bupati Manggarai Herybertus G L Nabit, menyampaikan terima kasih atas aspirasi yang disampaikan oleh sejumlah Alian Pemuda Poco Leok itu.

Bupati Hery menerangkan, dari sisi Pemkab Manggarai telah menerima aspirasi mereka, meskipun tidak ada hal yang baru namun yang namanya komunikasi akan tetap terbangun.

Kendati demikian, dalam audiensi itu bupati Hery Nabit juga menyampaikan terima kasih karena telah mengingatkan untuk tidak memudahkan semua hal.

“Saya juga mengingatkan bahwa jangan membuat sebuah hal yang sederhana membuat yang terlalu sulit juga. Sebab pengelolaan pemerintahan ini menyederhanakan semua hal tanpa menutup mata dari faktor-faktor yang mungkin terjadi,” tandasnya.

Kedua lanjut dia, kepada peserta audiensi itu minta agar harus fair juga melihat soal Geothermal, bahwa kemudian jelas dia, ada juga tempat-tempat lain yang bermanfaat dan dimana aman-aman saja

“Saya tidak bilang bahwa semua hal aman, itu tidak. Itu berarti bahwa ketika kita mengambil kebijakan bahwa ada yang bermasalah ada yang tidak,” tegasnya.

Sehingga tambah dia, dari bermasalah itu kita belajar kenapa masalah kenapa tidak, supaya tidak jadi masalah itu ditempat kita.