“Pada malam harinya langsung diumumkan beberapa orang yang lolos jadi finalis untuk Putri Indonesia 2024,” jelansya.

Sebelum memasuki babak final, Vero dan finalis lainnya akan menjalani pra karantina dan karantina mulai tanggal 20 Februari 2024, yang akan berakhir di malam final padal 8 Maret 2024.

Sebagai wakil NTT, Veronika akan memperjuangkan advokasi terkait promosi wisata dan budaya NTT, serta perlindungan terumbu karang yang mulai rusak di beberapa spot wisata di daerah NTT.

“Karena saya sendiri adalah seorang penyelam yang sudah mengunjungi beberapa destinasi di NTT, dan ada beberapa spot yang terumbu karangnya itu rusak,” ungkapnya.

Sehingga, kata Veroika, ketika ia terpilih menjadi finalis Putri Indoensia 2024, maka salah satu advokasi yang ingin diangkat adalah terumbu karang.

Veronika menambahkan, semua putri yang terpilih menjadi finalis harus kembali ke Jakarta tanggal 19 Januari, karena tanggal 20 Februari akan memulai pra karantina dan karantina.

“Jadi saya mohon dukungan dan doa dari pemerintah dan masyarakat yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),” pungkas Vero.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi S.Pd.,M.Pd mengatakan, publik NTT tentu tidak asing dengan Veronika Asadoma.

“Karena Veronika ini putri dari Johni Asadoma, yang adalah mantan Kapolda NTT,” ujar Linus Lusi.

Menurut Linus Lusi, ia bersama 450 ribu siswa dan 31 ribu guru yang tersebar di 1005 sekolah di NTT akan memberikan dukungan untuk Veronika Asadoma.

“Kami dari sektor pendidikan bangga. Sebagai bentuk dukungan, bersama siswa dan para guru akan berada di belakang Veronika,” jelasnya.

Veronika sendiri sudah mengunjungi beberapa sekolah di Kota Kupang, diantaranya SMA Negeri 5, SMA Negeri 3, SMA Negeri 1 dan SMK 1.

“Kunjungan itu sebagai wujud komitmen dan dukungan. Dia juga memberikan motivasi kepada para siswa ketika berkunjung ke sekolah – sekolah,” pungkasnya. (*)