Mengawali tahun 2023, kata dia, Korem 161/WS Kupang akan melakukan sejumlah gebrakan yang sejalan dengan program kerja Pemerintah Provinsi NTT, salah satunya kelor.
“Jadi kita akan mengirim minimal 5 ton kelor ke China mulai minggu depan. Artinya program yang dijalankan gubernur saat ini sudah meningkat,” ungkapnya.
Program lain yang akan dilakukan Korem di tahun 2023 adalah melakukan normalisasi sungai-sungai di wilayah NTT dengan program bambu lestari.
“Kita akan siapkan dan rapat sore ini bersama unsur terkait. Kami akan memulai, sambil menatap apa yang terjadi di tahun berikut untuk masyarakat, bangsa dan negara,” terangnya.
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskidat mengatakan, sejak kelahiran Yesus, konsep pembangunan baru meletakan damai sejahtera.
“Dan damai sejahtera itu harus ada juruselamat. Sehingga kita harus menjadi jususelamat dengan jalan lain,” ungkap Gubernur Laiskodat dalam sambutannya.
Kepada TNI-POLRI, Viktor Laiskodat berharap agar semua program yang dijalankan bisa menjadi juruselamat, dan menunjukan jalan damai sejahtera dalam membangun Provinsi NTT.
“Saya dorong agar Natal ini bukan hanya dirayakan dengan semangat bicara bahasa abstrak seperti damai sejahtera dan jalan yang benar. Tetapi itu harus dikonkrotkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, yang menjadi kekurangan adalah selalu berbicara abstrak tanpa berpikir konkritnya. Karena sirkulasi peradaban manusia, mulai dari konkrit ke abstrak, dan abstrak ke konkrit.
“Karena itu saya dorong terus untuk kita hidup dalam keragaman, bangun perspektif yang banyak, sehingga kita bisa membangun NTT,” tandasnya. (Ratna/Veronika).