4. Menyatakan hukum bahwa Penetapan Tersangka atas diri Pemohon yang dilakukan oleh Termohon adalah tidak sah dan batal atau dibatalkan demi hukum.

5. Memerintahkan kepada Termohon untuk menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Pemohon.

6. Menyatakan tidak sah segala putusan atau penetapan yang dikeluarkan oleh Termohon yang berkaitan dengan penetapan Tersangka terhadap diri Pemohon dan yang sifatnya merugikan Pemohon.

7. Membebankan biaya perkara yang timbul kepada negara.

Untuk diketahui, tersangka I didampingi oleh pengacara Arnold Johni Felipus Sjah, S.H.,M.Hum., Rizet Benyamin Rafael, S.H., Yance Thobias Messah, S.H., Benny Taopan S.H., M.H., Dicky Januar Ndun, S.H., Rydo Nickylens Manafe S.H, M.H,. dan Elia M. Siregar, S.H.

Sidang praperadilan tersangka I akan dilanjutkan besok Jumat 13 Mei 2022 dengan agenda mendengar jawaban dari pihak termohon yakni Polda NTT. (*)