Gubernur VBL: Berhentilah Memperburuk Citra Provinsi NTT

Viktor Bungtilu Laiskodat

Kupang, KN – Keberhasilan atlet NTT dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 mendapatkan banyak apresiasi dari sejumlah masyarakat baik yang berasal dari NTT maupun dari luar.

Apresiasi disampaikan, menyusul para atlet NTT berhasil mendulang prestasi emas, perak, maupun perunggu, pada sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) yang diikuti, khususnya bela diri.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku dirinya mendapatkan banyak pesan dan selamat dari sejumlah Gubernur. Menurut para Gubernur, kontribusi atlet NTT pada PON XX Papua sangat luar buasa.

Mantan Ketua Fraksi NasDem DPR RI itu meminta semua pihak yang berhenti memperburuk citra Provinsi NTT. Sebaliknya yang harus ditonjolkan adalah prestasi dan kebaikan yang telah diraih.

“Banyak Gubernur yang kirim pesan ke saya bahwa atlet NTT sangat luar biasa. Kalau bagian kekerasan mereka selalu juara. Makanya jangan main-main dengan NTT. Kalau mau main-main dengan atlet NTT sangat berbahaya,” ujar Gubernur Laiskodat di Alula El Tari Kupang, Jumat 18 Oktober 2021 saat menerima dengan resmi para atlet PON XX Papua.

Gubernur Viktor menyatakan dirinya sangat bersyukur atas pengorbanan yang telah dilakukan oleh para kontingen NTT sepanjang tahun 2021, untuk menghasilkan prestasi yang sangat luar biasa.

“Jadi berhentilah memperburuk Provinsi NTT. Nilai prestasi dan kebaikan harus kita tonjolkan, sehingga provinsi ini dapat bertumbuh menuju masa depan yang lebih baik,” terangnya.

NTT Usul Jadi Tuan Rumah PON 2028

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan dirinya memiliki tekad yang besar, agar Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 harus diselenggararakan di Provinsi NTT.

BACA JUGA:  Alex Riwu Kaho Dilantik Jadi Ketua PSSI Kota Kupang, Ini Gebrakan yang akan Dilaksanakan

Jika PON tahun 2028 diselenggarakan di NTT, maka seluruh atlet harus dipersiapkan dari sekarang, sehingga dapat meraih lebih banyak prestasi lagi dari PON XX Papua.

“Kita mau tahun 2028 PON diselenggarakan di NTT. Sehingga kita perlu menyiapkan atlet kita mulai dari sekarang,” jelasnya.

Ia menyebut NTT tidak boleh bermain curang, jika nanti dipercayakan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2028 mendatang.

“Kita tidak boleh curang untuk dapatkan emas. Karena saya salah satu Gubernur yang paling benci, jika sudah kalah tetapi diangkat jadi pemenang. Itu sangat memalukan,” tegas Gubernur Laiskdoat.

Jika menjadi tuan rumah, maka prestasi yang didapatkan harus diakui oleh semua orang, dan memang pantas dan layak untuk didapatkan.

“Jadi kita tidak boleh curang. Itu baru disebut sebagai tuan rumah yang berprestasi. Karena berapapun medali yang diraih tetapi tidak fair, maka akan ditertawakan dan tidak layak menjadi tuan rumah yang patut dibanggakan,” pungkas Laiskodat.

Untuk diketahui, dalam kesempatan itu, Gubernur NTT menyerahkan sejumlah hadiah kepada para atlet dan pelatih.

Para atlet yang meraih medali emas, perak dan perunggu, Pemprov NTT akan memberikan hadiah rumah type 36.

Sedangkan hadiah uang akan diserahkan berjumlah Rp200 Juta untuk peraih medali emas, Rp150 Juta untuk peraih medali perak dan sedangkan peraih medali perunggu mendapat hadiah Rp100 Juta.

Hadiah juga diberikan kepada para pelatih, di mana pelatih akan mendapatkan setengah bagian dari total hadiah yang diperoleh atlet.

Sementara untuk atlet yang tidak meraih medali akan mendapatkan uang sejumlah Rp50 Juta. (*)