Kupang, KN – PT. Bank NTT dikategorikan oleh OJK sebagai Bank Sehat. Raihan kinerja positif ini tidak terlepas dari kerja keras pengurus Bank NTT yang berhasil menurunkan NPL atau Non Performing Loan menjadi 2,65%.

NPL atau lebih dikenal dengan istilah kredit macet memang menjadi masalah serius Bank NTT dalam beberapa tahun terakhir. Angka NPL Bank NTT bahkan sempat menyentuh angka 4%. Bank NTT pun sempat mendapat peringatan dari OJK.

Namun seiring berjalannya waktu, di tengah berbagai kecaman dan cibiran, pengurus Bank NTT terus bekerja maksimal guna menekan angka NPL yang akhirnya turun drastis dari angka 4% menjadi 2,65%.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dalam Media Gathering akhir tahun bersama sejumlah awak media menyampaikan bahwa, pengurus Bank NTT telah memasang target untuk menurunkan angka NPL di akhir tahun 2021.

“Sudah menjadi komitmen bersama agar tahun 2021, target NPL Bank NTT harus berada di bawah 2,8%. Puji Tuhan kita mengakhiri tahun 2021 dengan NPL berada di angka 2,65%,” kata Dirut Alex Riwu Kaho.