Kupang, KN – Kepedulian terhadap bencana gempa bumi Flores tidak hanya datang dari pihak pemerintah. Namun Bank NTT benar-benar menunjukkan kepedulian dan keberpihakan nyata kepada warga korban bencana gempa 7,7 M. Bank NTT membuka tujuh posko peduli untuk korban bencana di sejumlah wilayah terdampak gempa Flores.

Direktur TI dan Operasional Bank NTT, Rahmat Saleh, kepada wartawan, Jumad (21/8), mengatakan, empat posko telah dibuka di Maumere, Ende, Bajawa, dan Borong. Sementara tiga lainnya di Mbay, Ruteng, dan Labuan Bajo sedang dipersiapkan.

Menurut dia, bagi Bank NTT, posko-posko tersebut bukan sekadar tempat meletakkan kardus bantuan. Ia diharapkan menjadi titik temu antara mereka yang ingin membantu dan masyarakat yang sedang menunggu uluran tangan.

“Bantuan dari masyarakat, nasabah, pegawai, mitra kerja, dunia usaha, komunitas maupun berbagai pihak lainnya akan dihimpun melalui posko tersebut untuk kemudian didata dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” kata Rahmat.

Bergerak dari Kantor Cabang

Dia menjelaskan, sejak bencana terjadi, kantor-kantor cabang Bank NTT di Flores telah bergerak. Dari unit-unit kerja yang berada dekat dengan masyarakat, bantuan disalurkan langsung ke sejumlah wilayah terdampak.

Solidaritas juga datang dari kantor cabang Bank NTT di luar Flores. Mereka ikut mengambil bagian dalam gerakan membantu warga yang menghadapi situasi sulit akibat gempa.

“Bank NTT kemudian membuka rekening donasi Bank NTT Peduli agar masyarakat luas dapat ikut menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan tersebut,” ujarnya.

Sejumlah tenda juga disiapkan untuk membantu warga menghadapi kondisi darurat. Kini, dengan tujuh posko, gerakan tersebut diperluas.

Rahmat Saleh juga mengatakan, keputusan membuka posko diambil karena kebutuhan masyarakat belum berhenti. “Bank NTT sudah bergerak sejak awal melalui seluruh Kantor Cabang di Flores. Tetapi kami melihat kebutuhan masyarakat masih terus ada,” ujar Rahmat.

Karena itu, menurut dia, posko dibuka agar bantuan dari berbagai pihak dapat dihimpun dan disalurkan secara lebih terorganisasi.