KUPANG, KN — Gemerlap lampu sorot dan dekorasi bernuansa merah-putih memadati Area Pameran Harper Kupang pada Sabtu (15/8) malam. 

Ratusan warga Kupang dari berbagai kalangan tampak memadati pelataran, berdiri rapat di balik pagar pembatas untuk menyaksikan pembukaan pameran dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. 

Di panggung utama yang dinaungi tenda putih anggun, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berdiri berdampingan bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia J. Nomleni, serta jajaran Forkopimda yang mengenakan perpaduan busana adat dan seragam dinas. 

Meski suasana pameran semarak, nuansa keprihatinan dan empati mendalam terasa kuat mengiringi jalannya acara.

Pemerintah Provinsi NTT secara resmi mengarahkan gelaran tahunan ini menjadi wadah penggalangan bantuan kemanusiaan bagi para korban gempa bumi di Pulau Flores. 

Mengusung tajuk khusus “Peduli Bencana Gempa Flores”, pameran yang diikuti lebih dari 613 UMKM serta 115 stan dari instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD ini tidak sekadar memamerkan kemajuan ekonomi, melainkan difokuskan untuk menggalang kepedulian publik.

Dalam pidato pembukaannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya menjaga ikatan persaudaraan antarwilayah di NTT saat musibah melanda. 

Kebijakan ini diambil usai jajaran Pemprov dan Forkopimda melakukan peninjauan langsung ke area bencana.

Tema ini kami ambil untuk jadi tema pameran pembangunan ini, untuk menunjukkan kepedulian kita atas bencana gempa di Flores. Tadi bersama jajaran Forkopimda, kami ke Maumere, melihat langsung dan besok rencananya kami akan ke Ruteng, Ende dan Soa, untuk pastikan penanganan gempa Flores kita lakukan bersama-sama,” ujar Gubernur Melki di hadapan para undangan.

Gerakan kebangsaan berbasis solidaritas ini dijadwalkan berlangsung sepanjang pameran, mulai 15 hingga 24 Agustus 2026. 

Seluruh donasi yang terhimpun dari para pengunjung, pelaku usaha, hingga pegawai instansi akan dicatat secara transparan dan diumumkan berkala saban hari sebelum disalurkan secara terpadu melalui koordinasi bersama BPBD, TNI-Polri, Basarnas, dan BNPB.