Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bergerak cepat menangani dampak gempa yang mengguncang wilayah Flores. Setelah menerima informasi gempa di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Melki langsung berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten hingga pemerintah pusat untuk memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak.
Melki mengatakan informasi mengenai gempa yang berpotensi tsunami tersebut diterimanya sejak pagi. Gempa itu berdampak pada sejumlah wilayah di daratan Flores.
“Sejak pagi tadi kami mendapat informasi dari pimpinan daerah di Flores dan berbagai kalangan yang menginformasikan terjadi gempa di Mbay, yang berpotensi tsunami,” ujar Melki, Sabtu 15 Agustus 2026.
Setelah menerima informasi tersebut, Melki mengaku langsung berkoordinasi dengan para kepala daerah di Flores. Pemerintah kabupaten bersama jajaran terkait juga telah bergerak melakukan penanganan di wilayah masing-masing.
“Kami sudah koordinasi dengan bupati, wakil bupati dan berbagai jajaran. Kami cek berbagai kondisi yang terjadi,” jelasnya.
Menurut Melki, para bupati dan wakil bupati di daratan Flores saat ini juga memimpin langsung penanganan dampak gempa. Dari laporan sementara yang diterima, terdapat kerusakan yang cukup serius di sejumlah lokasi.
“Para bupati dan wakil bupati se-daratan Flores juga sedang memimpin penanganan kejadian gempa yang kerusakannya kita lihat cukup serius,” jelasnya.
Selain koordinasi di tingkat daerah, Melki juga langsung menghubungi sejumlah pejabat pemerintah pusat untuk meminta dukungan penanganan. Koordinasi dilakukan dengan Kepala BNPB, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, serta pihak terkait lainnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan pemerintah pusat dapat segera diberikan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
Salah satu tindak lanjut dari koordinasi tersebut, Kepala BNPB bersama tim dijadwalkan turun langsung ke Flores pada Minggu (16/8/2026). Tim BNPB akan membantu penanganan pada fase awal sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.






Tinggalkan Balasan