KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang secara resmi membuka pergelaran Event Budaya Multi Etnis Kelurahan Merdeka Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Sport Center Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang (Kompleks Unika), Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
Kegiatan yang dimulai pada Senin (3/8) pukul 17.00 WITA hingga selesai ini mengusung tema “Merajut Keberagaman dalam Harmoni Budaya Nusa Tenggara Timur Menuju Kelurahan Merdeka yang Maju dan Berbudaya”, serta menjadi ajang penting dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Suasana di area Sport Center Yayasan Swastisari tampak begitu semarak sejak sore hingga malam hari. Sorot lampu panggung memancar terang di tengah riuhnya kehadiran warga dari berbagai kalangan.
Arena kegiatan dipenuhi oleh deretan tenda UMKM yang menjajakan aneka kuliner serta produk kreatif lokal, sementara warga berbondong-bondong memadati area tempat duduk dan sekeliling panggung.
Kehadiran para penari berbusana adat khas Nusa Tenggara Timur yang menyambut kedatangan rombongan pejabat menambah kekhasan nuansa kultural acara tersebut.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang yang hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Kupang, Randi Daud, yang mengawal berbagai program pembangunan di wilayah Kecamatan Kota Lama dan Kota Raja.
Tampak pula pimpinan perangkat daerah Kota Kupang, Camat Kota Lama, para lurah se-Kecamatan Kota Lama, Plt. Lurah Merdeka Theresia Emilia Edon, unsur Forkopimda yang mewakili Kapolsek dan Danramil, Ketua LPM, Ketua Karang Taruna, para Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga para kepala sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa pembangunan sebuah daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik belaka, melainkan juga pada pengembangan kualitas sumber daya manusianya.



Tinggalkan Balasan