KUPANG, KN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang terus mematangkan koordinasi lintas sektor demi mengamankan kualitas data dalam perhelatan Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kota Kupang, Ivadia Elmina Patola, S.ST., M.T., menjabarkan bahwa Sensus Ekonomi merupakan sebuah hajatan berskala nasional yang digelar secara berkala setiap sepuluh tahun sekali.
Fokus utamanya adalah untuk memetakan gambaran komprehensif mengenai kondisi riil, dinamika, serta potret struktural perekonomian makro masyarakat di tingkat daerah hingga pusat.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi periode tahun 2026 ini mengusung pendekatan metodologi yang berbeda dibandingkan dengan sensus sepuluh tahun lalu.
Kali ini, BPS mengedepankan penguatan aspek kolaborasi dan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan di tingkat akar rumput.
Sejak genderang sensus ditabuh pada 15 Juni lalu, ratusan petugas lapangan telah dikerahkan ke berbagai titik untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap segala bentuk aktivitas sirkulasi ekonomi masyarakat, yang mencakup sektor korporasi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga klaster rumah tangga.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menggarisbawahi bahwa keabsahan data yang diproduksi oleh BPS akan menjadi kompas utama bagi pemerintah daerah dalam merancang arah kebijakan pembangunan agar tepat sasaran dan efisien secara anggaran.
Data primer hasil sensus ini nantinya akan dipakai untuk memitigasi berbagai masalah ketimpangan dan merangsang pertumbuhan sektor usaha.
“Data yang akurat akan membantu pemerintah memahami kondisi riil masyarakat dan dunia usaha. Dengan data yang baik, kita bisa menyusun kebijakan yang tepat, mendorong pertumbuhan usaha, membuka lapangan kerja, dan memastikan pembangunan ekonomi Kota Kupang berjalan lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat,” jelas dr. Christian Widodo.
Kendati memiliki misi yang ideal, BPS Kupang mengakui adanya barikade tantangan yang cukup dinamis di lapangan.









Tinggalkan Balasan