“Tour de EnTeTe bukan sekadar olahraga atau perjalanan dari satu daerah ke daerah lain. Ini adalah kesempatan untuk bertemu masyarakat, mendengar aspirasi, mengenal potensi daerah, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai satu keluarga besar NTT,” ungkap Gubernur Melki Laka Lena.

Senada dengan hal tersebut, Bupati TTU Yosef Falentinus D. Kebo menyatakan bahwa batas teritorial antarwilayah tidak boleh menjadi penghalang kebersamaan.

“Seperti yang disampaikan Pak Bupati Falent, wilayah perbatasan bukanlah garis pemisah, tetapi ruang perjumpaan, persaudaraan, dan kolaborasi. Walaupun kita berbeda pulau dan wilayah administrasi, kita tetap satu keluarga besar NTT,” lanjut Gubernur Melki mengutip pesan persatuan tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para peserta dalam memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-68 Provinsi NTT, Gubernur Melki Laka Lena mengumumkan hadiah istimewa berupa perjalanan religi ke Tanah Suci bagi lima peserta terbaik yang akan disesuaikan dengan keyakinan masing-masing. 

Pemerintah Provinsi NTT berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga demi mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (agn)