Lebih lanjut, Gubernur Melki memuji mentalitas baja para peserta yang hadir dan berjuang membawa nama daerah masing-masing. 

Ia menyatakan bahwa setiap atlet yang berlaga di arena adalah pejuang sejati yang layak mendapatkan apresiasi tinggi atas disiplin, keberanian, serta kerja keras mereka.

“Saya ingin menegaskan bahwa setiap atlet adalah pejuang. Mereka patut kita apresiasi bukan hanya karena medali yang diraih, tetapi juga karena keberanian, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah,” tegas Gubernur Melki.

Pemerintah Provinsi NTT berharap pelaksanaan Peparprov 2026 ini mampu menjadi batu loncatan awal untuk menjaring bibit-bibit atlet disabilitas potensial yang nantinya dipersiapkan secara matang menuju ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2028, bahkan hingga level kompetisi internasional. 

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat juga didorong untuk terus merajut ekosistem olahraga yang inklusif dan berkeadilan di Bumi Flobamora. (agn)