Kain tenun, kuliner khas, produk kreatif masyarakat, kesenian tradisional, dan destinasi wisata TTS memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada para peserta serta pengunjung kejuaraan.

PBVSI NTT berharap penyelenggaraan BMMC II dapat menjadi contoh bagaimana kegiatan olahraga dikembangkan sebagai bagian dari promosi daerah dan penguatan ekonomi masyarakat.

Dari Soe, Membangun Jalan Menuju PON 2028

Bagi PBVSI NTT, BMMC II merupakan salah satu tahapan penting dalam membangun ekosistem bola voli yang lebih kompetitif menjelang PON XXII 2028.

Melalui kompetisi yang terorganisasi, PBVSI NTT berharap dapat mengidentifikasi atlet potensial, meningkatkan kualitas perangkat pertandingan, memperkuat organisasi PBVSI kabupaten/kota, dan memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga bola voli.

“Kita ingin PON 2028 meninggalkan warisan prestasi, bukan sekadar warisan gedung. Karena itu, investasi terbesar kita harus dimulai dari manusia: atlet yang dibina, pelatih yang ditingkatkan kapasitasnya, wasit yang dipersiapkan, dan kompetisi yang terus hidup,” tegas Winston.

Pengprov PBVSI NTT mengajak seluruh Pengkab/Pengkot PBVSI, pemerintah daerah, sekolah, komunitas olahraga, dunia usaha, media, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung suksesnya BMMC II 2026.

“Dari Soe, kita ingin mengirimkan pesan kepada seluruh NTT: prestasi tidak lahir secara kebetulan. Prestasi lahir dari kesempatan, pembinaan, kerja keras, dan keberanian membangun kompetisi. Mari kita sukseskan BMMC II dan bersama-sama mempersiapkan bola voli NTT menuju PON 2028,” tutup Winston. (*/ab)