Ia meminta jajaran direksi Bank NTT memperketat sistem keamanan teknologi informasi guna melindungi dana nasabah dan mencegah terjadinya penyalahgunaan maupun penipuan.
“Saya pesan betul, berkali-kali saya panggil Dirut dan berbagai direksi di Bank NTT, perkuat dan perketat security sistem untuk urusan digital kita. Jangan sampai kalau uang kita pernah begitu, kita juga membawa beban ke perusahaan, kasihan masyarakat,” tegasnya.
Melki berharap penguatan sistem keamanan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan manajemen risiko. Dengan demikian, Bank NTT dapat tumbuh menjadi bank daerah yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Rita Siapkan Konsolidasi dan Rencana Kerja
Sementara itu, Flori Rita Wuisan menyatakan siap menjalankan tugas pengawasan dan memberikan masukan strategis kepada jajaran Direksi Bank NTT untuk mendukung peningkatan kinerja perusahaan.
Langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal bersama manajemen guna menyusun rencana kerja dan menetapkan target yang jelas serta terukur.
Rita mengakui waktu yang tersisa pada tahun anggaran 2026 relatif singkat. Meski demikian, ia menilai penyusunan target kerja tetap penting sebagai dasar pelaksanaan tugasnya sebagai komisaris independen.
“Tentunya kami akan duduk bersama lagi, karena saya baru bergabung, untuk menyusun rencana kerja. Walaupun sekarang tahun anggarannya tinggal dua bulan, tetapi tentunya kita punya target-target yang harus kita tetapkan untuk menjalankan tugas itu,” jelas Rita.
Selain konsolidasi internal, Rita akan memperkuat koordinasi dengan jajaran direksi dan para pemegang saham, termasuk Pemerintah Provinsi NTT serta para bupati dan wali kota se-NTT.
Koordinasi juga akan dilakukan dengan kelompok pemegang saham syariah untuk menyelaraskan agenda kerja dan memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan.
“Jadi, satu-dua hari ke depan kita akan rapat untuk menyusun rencana kerja,” tambahnya.
Pelantikan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo, para bupati dan wali kota se-NTT, perwakilan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kupang, para pemegang saham, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, serta jajaran manajemen Bank NTT.







Tinggalkan Balasan