Sementara itu, Koordinator GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) SKALA NTT, Ferderika Tadu Hungu, menegaskan, pelatihan ini merupakan komitmen program SKALA, untuk mendorong prinsip inklusif dalam layanan dasar.

“Pelatihan hari ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas bahasa isyarat. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi jembatan untuk membuka akses dan memastikan orang dengan kebutuhan khusus mendapat perhatian khusus secara inklusif,” ungkap Ferderika.

SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), merupakan program kemitraan pemerintah Australia dan Indonesia, yang juga fokus pada kesetaraan gender dan inkulsi sosial.

Sinergi Pemprov NTT bersama program SKALA telah menghasikan berbagai kebijakan yang berpihak kepada kelompok rentan, mulai dari keringanan pajak kendaraan untuk disabilitas, hingga memfasilitasi aspirasi kelompok rentan untuk masuk dalam rencana program pembangunan daerah.

Ferderika juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan semua narasumber dari Komunitas Tuli Kupang, yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami berharap, para kader dan pelaksana layanan mampu menjadi agen inklusi di komunitasnya masing-masing, sehingga tidak ada warga yang tertinggal dalam akses layanan dasar,” tutupnya. (*)