Pesan utama yang ingin disampaikan kepada penonton pun sederhana, tetapi kuat: jangan takut untuk bersuara.
Film ini disutradarai Dmaz Brodjonegoro dan diproduseri Hanung Bramantyo, dengan Nikita Mirzani sebagai executive producer.
Skenarionya ditulis oleh Titien Wattimena, Hanung Bramantyo, dan Dmaz Brodjonegoro.
Sejumlah aktor dan aktris Indonesia turut membintangi film tersebut, antara lain Raihaanun sebagai Niken, Baim Wong sebagai Dirga, Jajang C. Noer sebagai Rahmania, Tarra Budiman sebagai Randy, Nikita Mirzani sebagai Marcella, Dimas Aditya sebagai Gerry, Siti Fauziah sebagai Sekarsari, serta Sha Ine Febriyanti sebagai Nadya Karna.
Film ini juga diperkuat oleh Anantya Kirana, Evano Zyan, Willem Bevers, Anastasia Herzigova, dan Berliana Lovell.
Penonton: Film Ini Jadi Refleksi Kehidupan Keluarga
Salah seorang penonton, Hendrikus Mamun, mengaku terkesan setelah menyaksikan Beautiful Pain. Menurutnya, film tersebut memberikan banyak refleksi mengenai kehidupan keluarga, terutama peran seorang ibu dan ayah ketika menghadapi persoalan rumah tangga.
“Pemilihan filmnya sangat luar biasa. Bagaimana peran seorang ibu, peran seorang ayah, lalu bagaimana seorang ibu menghadapi masalah dan menyelesaikannya,” kata
Hendrikus usai menyaksikan film tersebut.
Ia menilai film itu menggambarkan perjuangan seorang ibu yang harus menghadapi tekanan di dunia kerja sekaligus persoalan yang berkaitan dengan anak-anak dan keluarganya.
“Menjadi seorang perempuan itu sebenarnya harus kuat menghadapi bermacam persoalan,” ujarnya.
Hendrikus mengatakan, persoalan dalam keluarga perlu diselesaikan dengan kepala dingin dan keberanian. Setiap keputusan yang diambil suami maupun istri juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap anak-anak.
Baginya, Beautiful Pain menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga keutuhan keluarga, terutama ketika rumah tangga berada dalam situasi sulit.
“Anak, istri, suami itu tidak bisa dipisahkan. Sebelum mengambil keputusan dalam suatu masalah, kita harus berpikir lebih dahulu,” katanya.







Tinggalkan Balasan