KUPANG, KN — Gemuruh sorak-sorai dan tepuk tangan menggema di seluruh penjuru Gedung Olahraga (GOR) Flobamora, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, saat Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi membuka perhelatan Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II Tahun 2026 pada Rabu (14/10/2026).
Suasana arena indoor tampak megah dan semarak.
Ribuan pasang mata menyaksikan langsung momen sakral penyalaan obor utama oleh Gubernur Melki yang didampingi para kontingen, menandai dimulainya pesta olahraga disabilitas intelektual tingkat nasional tersebut.
Acara pembukaan diawali dengan parade defile dari 1.011 atlet yang mewakili 22 provinsi se-Indonesia.
Mengenakan pakaian adat daerah masing-masing serta seragam olahraga khas kontingen, para atlet berbaris rapi menyapa jajaran pejabat dan penonton yang memadati tribun.
Senyum merekah dan lambaian tangan dari para atlet disabilitas intelektual menciptakan atmosfer hangat yang penuh rasa haru dan persaudaraan.
Penampilan tarian tradisional NTT yang menyambut rombongan kian memperkaya semarak budaya lokal.
Dalam pidato sambutannya di podium utama, Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan pentingnya memaknai kejuaraan ini lebih dari sekadar persaingan fisik meraih kemenangan.
Ia mengingatkan bahwa ajang Pesonas merupakan wahana pembuktian nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“Bagi saya, Pesonas bukan sekadar ajang pertandingan untuk mengejar medali. Ini adalah perayaan keberanian, ketekunan, persahabatan, dan potensi setiap manusia untuk berkembang serta memberikan yang terbaik,” ujar Gubernur Melki Laka Lena di hadapan ribuan peserta.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa Pemerintah Provinsi NTT menaruh perhatian besar pada terciptanya kesetaraan hak bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Kehadiran ribuan kontingen dari seluruh Nusantara di Bumi Flobamora dipandang sebagai momen berharga untuk mempererat tali persatuan bangsa melalui olahraga.
“Penyelenggaraan Pesonas sejalan dengan cita-cita pembangunan NTT yang inklusif dan berkeadilan. Tidak boleh ada seorang pun yang tertinggal, termasuk saudara-saudara kita dengan disabilitas intelektual. Mereka memiliki potensi, hak, dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi serta berprestasi,” tegasnya.
Di akhir rangkaian acara pembukaan, Gubernur bersama jajaran pimpinan Pengurus Pusat SOIna, panitia, serta perwakilan pejabat daerah menyempatkan diri berfoto bersama para atlet.
Pose tangan membentuk simbol hati dan lambaian bendera kontingen mempertegas semangat solidaritas yang melandasi perhelatan Pesonas II di Kota Kupang. (agn)







Tinggalkan Balasan