Kupang, KN – Fernando Jose Osorio Soares resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026-2031.
Pelantikan berlangsung di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Rabu (16/9/2026). Fernando dilantik oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Sudaryono.
Dalam sambutannya, Fernando menegaskan HKTI NTT tidak akan berhenti pada kegiatan seremonial organisasi. Ia berkomitmen membawa HKTI hadir langsung di tengah petani di seluruh NTT.
“HKTI NTT tidak akan selesai dengan acara yang luar biasa seperti siang hari ini. HKTI NTT akan keliling 21 kabupaten dan kota untuk menjadi mata dan telinga, hadir di tengah-tengah petani, mendengarkan keluh kesah dan menjadi solusi bagi petani di NTT,” kata Fernando.
Fernando juga menyampaikan apresiasi kepada Sudaryono atas dukungan terhadap sektor pertanian NTT saat menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Menurutnya, sejumlah bantuan seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), pompa air, sumur bor, bibit dan benih telah disalurkan untuk mendukung petani di NTT.
Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut, termasuk untuk pemulihan infrastruktur pertanian yang rusak akibat gempa Flores.
“Waktu gempa Flores, banyak irigasi pertanian yang hancur. Kami mohon Bapak Ketua Umum untuk menyampaikan ini kepada Bapak Menteri Pertanian dan Presiden untuk membantu kami memulihkan infrastruktur yang hancur akibat gempa di Flores,” ujarnya.
Fernando juga mengapresiasi kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membantu masyarakat terdampak gempa Flores.
“Bantuan ini sangat teramat penting bagi kami di NTT,” katanya.
Ia berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dapat memberikan nilai tambah bagi petani NTT dengan menyerap hasil produksi pertanian lokal.
“Kami berharap program MBG bisa menjadi nilai tambah bagi petani NTT. Ratusan triliun itu bisa dinikmati langsung oleh petani-petani di NTT, sehingga petani NTT bisa naik kelas,” ujar Fernando.
Fernando mengatakan HKTI akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota. Ia berharap aspirasi petani dari daerah dapat diteruskan hingga pemerintah pusat.
“Kami akan bahu-membahu menjadikan NTT kaya akan sumber pertanian dan peternakan, agar kelak kita bisa ekspor ke luar negeri,” katanya.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi terhadap Sudaryono yang dinilainya telah memberikan perhatian terhadap sektor pertanian NTT.
Melki mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu penentu masa depan pertumbuhan ekonomi NTT. Karena itu, pemerintah provinsi akan terus mendorong pengembangan pertanian, termasuk sektor perkebunan, kelautan dan perikanan.
“Bersama HKTI, Pemprov NTT akan memperkuat pertanian di NTT untuk membuktikan bahwa sektor pertanian bisa membuat ekonomi NTT bertumbuh dan inklusif, dan banyak orang bisa merasakan manfaat pembangunan sektor pertanian di NTT,” kata Melki.
Sudaryono: NTT Jadi Prioritas Pengembangan Dapur MBG
Ketua DPN HKTI yang juga Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan selamat kepada Fernando Soares dan jajaran pengurus HKTI NTT yang baru.
Ia mengatakan NTT menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“NTT prioritas untuk kita buka dapur-dapur baru. Sekarang sudah ada 27 ribu dapur di seluruh Indonesia,” kata Sudaryono.
Menurutnya, pengembangan dapur MBG juga diarahkan agar pelaksanaannya dapat diawasi, transparan, serta meminimalkan kasus keracunan makanan.
Sudaryono mengatakan daerah dengan angka stunting tinggi menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan program tersebut.
“Di tempat yang angka stunting-nya tinggi menjadi prioritas. Maka saya butuh dukungan dari Pak Gubernur dan seluruh kepala daerah. Kita fokus di daerah timur,” ujarnya.
Sudaryono juga menyinggung sejarah HKTI yang pernah dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada periode 2004-2014.
“HKTI ini tahun 2004 sampai dengan 2014, ketua umumnya namanya Prabowo Subianto. Artinya, kita punya presiden yang memang mengerti susahnya orang tani,” katanya.
Ia meminta dukungan pemerintah daerah agar ruang untuk mengembangkan sektor pertanian dapat semakin terbuka.
“Tolong sampaikan ke seluruh pengurus, seluruh pemda, saya diberikan ruang yang lebar untuk urus pertanian,” ujar Sudaryono. (*)









Tinggalkan Balasan