Fernando mengatakan HKTI akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota. Ia berharap aspirasi petani dari daerah dapat diteruskan hingga pemerintah pusat.
“Kami akan bahu-membahu menjadikan NTT kaya akan sumber pertanian dan peternakan, agar kelak kita bisa ekspor ke luar negeri,” katanya.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi terhadap Sudaryono yang dinilainya telah memberikan perhatian terhadap sektor pertanian NTT.
Melki mengatakan sektor pertanian merupakan salah satu penentu masa depan pertumbuhan ekonomi NTT. Karena itu, pemerintah provinsi akan terus mendorong pengembangan pertanian, termasuk sektor perkebunan, kelautan dan perikanan.
“Bersama HKTI, Pemprov NTT akan memperkuat pertanian di NTT untuk membuktikan bahwa sektor pertanian bisa membuat ekonomi NTT bertumbuh dan inklusif, dan banyak orang bisa merasakan manfaat pembangunan sektor pertanian di NTT,” kata Melki.
Sudaryono: NTT Jadi Prioritas Pengembangan Dapur MBG
Ketua DPN HKTI yang juga Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan selamat kepada Fernando Soares dan jajaran pengurus HKTI NTT yang baru.
Ia mengatakan NTT menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“NTT prioritas untuk kita buka dapur-dapur baru. Sekarang sudah ada 27 ribu dapur di seluruh Indonesia,” kata Sudaryono.
Menurutnya, pengembangan dapur MBG juga diarahkan agar pelaksanaannya dapat diawasi, transparan, serta meminimalkan kasus keracunan makanan.
Sudaryono mengatakan daerah dengan angka stunting tinggi menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan program tersebut.
“Di tempat yang angka stunting-nya tinggi menjadi prioritas. Maka saya butuh dukungan dari Pak Gubernur dan seluruh kepala daerah. Kita fokus di daerah timur,” ujarnya.
Sudaryono juga menyinggung sejarah HKTI yang pernah dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada periode 2004-2014.
“HKTI ini tahun 2004 sampai dengan 2014, ketua umumnya namanya Prabowo Subianto. Artinya, kita punya presiden yang memang mengerti susahnya orang tani,” katanya.









Tinggalkan Balasan