Labuan Bajo, KN— Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Ar. Gregorius Agung Setyonugroho, S.T., M.Eng., IAI, salah satu anggota Tim Assessment IAI Hadir–Flores Recovery Program saat menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (13/9).

Tim IAI Hadir berada di Manggarai Barat untuk melakukan assessment lapangan terhadap kondisi rumah dan lingkungan terdampak gempa bumi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Flores Recovery Program yang bertujuan menghimpun data lapangan serta menyusun rekomendasi penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Tondong Belang, tim tiba di Desa Tondong Belang sekitar pukul 10.00 WITA dan diterima di rumah Kepala Desa untuk berdiskusi mengenai kondisi wilayah serta kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu anggota tim masih mengikuti pembicaraan secara aktif dan sempat mencatat sejumlah informasi yang disampaikan dalam diskusi. Di tengah pertemuan, yang bersangkutan tiba-tiba mengalami penurunan kondisi kesehatan dan terjatuh dari tempat duduk.

Anggota Tim IAI Hadir bersama masyarakat yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan ketika kondisi yang bersangkutan menurun.

Setelah melihat kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim bersama masyarakat kemudian membawa yang bersangkutan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh pemeriksaan dan pertolongan awal.

Berdasarkan hasil penanganan awal tersebut, yang bersangkutan selanjutnya dirujuk ke RSUD Komodo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Tim IAI Hadir turut mendampingi proses tersebut serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Terkait penyebab meninggalnya anggota tim, IAI menyerahkan sepenuhnya penjelasan medis kepada pihak yang berwenang. IAI menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan dan tidak ingin mendahului keterangan resmi mengenai kondisi medis yang bersangkutan.

Saat ini, perhatian IAI difokuskan pada koordinasi dengan keluarga terkait pemulangan jenazah, serta memastikan kembali kesiapan tim assessment untuk kembali bertugas di masyarakat yang terdampak di Manggarai Barat.

IAI juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Tondong Belang, masyarakat setempat, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan pertolongan sejak awal kejadian.

Koordinator Umum IAI Hadir–Flores Recovery Program, Chandra Pradita Putra, menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi kehilangan besar bagi seluruh tim dan keluarga besar Ikatan Arsitek Indonesia.

“Beliau datang bersama kami dengan niat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Hingga beberapa saat sebelum kejadian, beliau masih aktif berdiskusi dan terlibat dalam proses assessment. Kepergiannya tentu menjadi duka yang sangat mendalam bagi kami semua,” ujar Chandra.

“Atas nama Ikatan Arsitek Indonesia dan seluruh Tim IAI Hadir, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Tondong Belang, masyarakat setempat, serta semua pihak yang telah memberikan pertolongan dan pendampingan sejak kejadian berlangsung,” lanjutnya.

IAI saat ini melakukan koordinasi dengan keluarga dan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut, sekaligus memberikan pendampingan kepada anggota tim yang berada di lokasi.

Kepergian salah satu anggota tim tersebut menjadi duka bagi seluruh keluarga besar Ikatan Arsitek Indonesia. Dedikasi dan semangat kemanusiaannya selama menjalankan tugas akan selalu menjadi bagian dari perjalanan IAI Hadir.

Ikatan Arsitek Indonesia memohon doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. (*/ab)