Selain persoalan biaya operasional, Faisal menyebut nelayan juga menghadapi risiko ketika mesin kapal mengalami gangguan di tengah laut. Kondisi tersebut membuat nelayan harus menunggu bantuan dari kapal lain yang melintas.
Program tersebut merupakan bagian dari Empower Island Transport: Electrifying Marine Transport for Clean Ocean, Safe Crossing & Sustainable Island Mobility. Melalui program ini, PLN UIP Nusra mendorong pemanfaatan teknologi berbasis listrik untuk mendukung aktivitas nelayan sekaligus meningkatkan aspek keselamatan saat melaut.
Dukungan PLN UIP Nusra kepada nelayan dilakukan secara bertahap. Pada Mei 2026, PLN UIP Nusra telah memberikan cat dan perlengkapan pendukung kepada kelompok nelayan. Selanjutnya, satu unit mesin kapal berbasis listrik telah diserahkan dan dimanfaatkan oleh nelayan sebagai bagian dari tahap awal program.
Secara keseluruhan, PLN UIP Nusra menyiapkan 10 unit mesin kapal berbasis listrik melalui program tersebut. Setelah penyerahan satu unit pada tahap awal, sembilan unit mesin kapal listrik lainnya akan diserahkan secara bertahap kepada kelompok nelayan penerima manfaat.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan Program Electrifying Marine merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi bersih di sektor kelautan.
“PLN berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi dan energi bersih kepada masyarakat pesisir,” ujar Manurung.
Pemanfaatan mesin kapal berbasis listrik diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan nelayan terhadap BBM, sekaligus mendukung aktivitas perikanan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sementara itu, penyediaan perlengkapan keselamatan menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan aspek keselamatan nelayan saat melaut. (Humas PLN)









Tinggalkan Balasan