Melki mengatakan, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya rekening yang dibuka. Pemerintah daerah dan Bank NTT, kata dia, juga perlu memastikan rekening tersebut aktif digunakan sehingga kebiasaan menabung benar-benar tumbuh di kalangan pelajar.

“Yang ingin kita bangun adalah sebuah kebiasaan. Kita ingin anak-anak NTT mengenal pengelolaan keuangan sejak sekolah, memiliki rekening sendiri, menggunakan rekening tersebut secara aktif, dan secara perlahan membangun budaya menabung sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Menurut Melki, pendidikan keuangan sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kemandirian generasi muda. Pelajar diharapkan mulai memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan serta membiasakan diri menyisihkan uang untuk kebutuhan masa depan.

Untuk memperkuat program tersebut, Pemerintah Provinsi NTT juga menerbitkan Surat Edaran Gubernur NTT tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar. Kebijakan itu menjadi landasan bagi pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga jasa keuangan, termasuk Bank NTT, untuk memperluas pelaksanaan program KEJAR secara berkelanjutan.

Melki mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, khususnya Bank NTT yang turut mendorong perluasan akses keuangan bagi pelajar di seluruh wilayah NTT.

Apresiasi itu, menurut dia, semakin bermakna karena capaian pembukaan rekening tersebut diraih ketika NTT masih menghadapi dampak gempa bumi di sejumlah wilayah Pulau Flores.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemerintah daerah kabupaten/kota, OJK, Bank NTT, satuan pendidikan serta seluruh pemangku kepentingan. Walaupun kita sedang dalam kondisi berduka atas bencana yang terjadi di Pulau Flores, namun hari ini kita tetap dapat mencatatkan sebuah capaian yang membanggakan, yaitu rekor pembukaan rekening terbanyak untuk seluruh wilayah NTT di Indonesia,” katanya.

Melki berharap capaian tersebut menjadi awal penguatan ekosistem keuangan inklusif di NTT. Peran Bank NTT diharapkan terus diperkuat, tidak hanya sebagai bank pembangunan daerah, tetapi juga sebagai salah satu penggerak literasi dan inklusi keuangan yang menjangkau generasi muda hingga ke pelosok daerah.