Jika tombak trisula ini diterapkan, dampaknya akan menjadi transformasi kesehatan di daerah kepulauan. Sistem kesehatan NTT yang lebih berdaya akan mampu memotong birokrasi penanganan medis yang berbelit hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan. Hal ini juga akan mencegah trauma yang menjadi beban mental antargenerasi dan masyarakat berhenti menjadi pahlawan yang menderita dalam senyap.
Lagu Indonesia Tanah Air Beta kerap kali dinyanyikan dalam momen kemerdekaan Indonesia, yang membuai kita dengan eloknya Nusantara sebagai tempat berlindung. Namun, gempa NTT menyadarkan bahwa bagi masyarakat kepulauan, laut menjadi penghalang dan tanah tempat berlindung meruntuhkan fasilitas medis yang diharapkan menyelamatkan nyawanya. Kemerdekaan sejati di negara kepulauan bukanlah sekadar romantisasi keindahan alam, melainkan jaminan mutlak atas jiwa dan raga rakyatnya. Hanya ketika rakyat tidak lagi bertaruh nyawa demi akses medis dasar, dan Ibu Pertiwi benar-benar melindungi mereka di kala krisis, barulah lirik agung tersebut menjadi nyata, dan kita pantas merayakan 81 tahun Indonesia Merdeka dengan Sejahtera. ***






1 Komentar
Saya sebagai orang NTT, tulisan ini benar-benar menyentuh saya, apalagi keluarga saya juga ikut merasakan dampak dari gempa ini. Kami memang harus kuat dan saling membantu, tapi bukan berarti kami harus menghadapi semuanya sendiri. Kami juga butuh perhatian dan bantuan yang nyata. Semoga ke depannya, kami masyarakat NTT bisa lebih merasakan kehadiran dan kepedulian negara.