KUPANG, KN — Gelak tawa dan antusiasme warga membahana dalam pergelaran Event Budaya Kelurahan Fatululi yang berlangsung di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Selasa (11/8).
Di bawah pendar cahaya sore dan dekorasi panggung bernuansa merah putih yang megah, tampak deretan anak-anak dan remaja tampil percaya diri membawakan ragam seni tradisi.
Para pejabat Pemkot Kupang, tokoh adat berbusana tenun ikat, hingga warga sekitar membaur menyaksikan langsung atraksi seni yang disajikan di area kegiatan.
Melalui Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina Maria Dominika Gheta, ST., MM., Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan pesan khusus mengenai pentingnya regenerasi pelaku budaya di tengah tantangan modernisasi.
Wali Kota meminta agar kearifan lokal tidak sekadar dijadikan kenangan masa lalu, melainkan dipraktikkan secara aktif dalam kehidupan sehari-hari.
“Budaya tidak boleh hanya menjadi kenangan, tetapi budaya harus terus diwariskan,” tegas Wali Kota dalam arahan tertulisnya yang dibacakan di hadapan para peserta.
Pemkot Kupang mendorong agar anak-anak muda tidak lagi berada di posisi penonton, melainkan mengambil peran utama sebagai pelaku, baik sebagai seniman, kreator konten, penggerak komunitas, maupun pelaku UMKM berbasis budaya.
Keterlibatan langsung ini dinilai penting agar generasi penerus dapat merasakan dan mengalami secara nyata kekayaan tradisi daerahnya.
Selain fokus pada pelestarian kearifan lokal, peringatan HUT ke-81 RI dalam kegiatan ini juga dijadikan momentum untuk mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan kerja-kerja nyata.
Perjuangan di era modern diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup.
“Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata, maka perjuangan kita hari ini adalah bagaimana kita mengangkat kualitas kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Kupang mengingatkan bahwa kemajuan daerah membutuhkan sinergi dan semangat gotong royong antara masyarakat dan pemerintah.
Suasana kebersamaan tersebut terpancar jelas saat jajaran pemerintah, panitia, dan tokoh masyarakat saling berjabat tangan dan mengabadikan foto bersama di panggung utama, menandai komitmen bersama dalam merawat kerukunan dan kebudayaan daerah. (agn)



Tinggalkan Balasan