KUPANG, KN — Keramaian dan semarak nuansa adat mewarnai halaman terbuka di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Selasa (11/8).
Panggung acara berlatar spanduk bernuansa merah putih dan selendang tenun bertuliskan “Event Budaya Kelurahan Fatululi & Perayaan HUT RI Ke-81” menjadi pusat perhatian warga yang memadati lokasi.
Deretan penari muda yang mengenakan kain tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambut rombongan pejabat dan tokoh masyarakat dengan tarian daerah, diiringi tepuk tangan meriah dari ratusan warga, anak-anak, hingga para pimpinan komunitas lokal yang hadir mengenakan pakaian adat dan topi ti’i langga.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dirancang sebagai wadah untuk mempererat tali persaudaraan serta menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada generasi muda.
Hadir mewakili Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina Maria Dominika Gheta, ST., MM., menyampaikan pesan tertulis Wali Kota di atas mimbar acara yang dihiasi kain tradisional.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa perayaan ini memiliki makna mendalam yang melampaui sekadar sarana hiburan atau ajang kompetisi.
“Bagi saya kegiatan seperti ini bukanlah sekadar acara hiburan atau perlombaan. Tetapi di dalamnya ada sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana kita merawat kebersamaan,” kutip Josefina saat membacakan amanat Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota menggarisbawahi pentingnya menjaga toleransi di tengah latar belakang masyarakat yang beragam.
Kota Kupang dipandang sebagai rumah bersama yang dibangun atas kontribusi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku maupun profesi.
“Dari keberagaman itulah kita belajar bahwa Kota Kupang dibangun bukan oleh satu kelompok saja, tetapi oleh kita semua,” tegasnya dalam sambutan tertulis tersebut.
Apresiasi tinggi turut diberikan kepada Pemerintah Kelurahan Fatululi, panitia penyelenggara di bawah pimpinan Bernard Hanin, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang berpartisipasi.



Tinggalkan Balasan