KUPANG, KN — Pembukaan Lomba Bertutur Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (11/8), menjadi pijakan penting dalam memperkuat iklim literasi anak.
Ajang yang berlangsung hingga Kamis (13/8/2026) ini melibatkan 75 pelajar kelas IV dan V dari 75 SD/MI negeri maupun swasta se-Kota Kupang.
Bunda Literasi Kota Kupang, dr. Widya Cahya, menegaskan bahwa penanaman minat baca dan pengenalan dongeng budaya daerah merupakan fondasi utama karakter bangsa yang tidak boleh tergerus oleh kemajuan teknologi digital maupun kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurutnya, membaca buku memberikan kedalaman pemahaman yang tidak dapat digantikan oleh sarana serba instan.
“Kalau kita bilang di era digitalisasi, kita bukan berarti antipati dengan AI. Tetapi menurut saya, buku, membaca itu adalah fondasi. AI memang jalan pintas, tapi jalan pintasnya kadang-kadang tidak selalu benar. Jadi tetap kita mendorong anak-anak, budaya baca itu sebagai fondasi,” ujar dr. Widya Cahya di lokasi acara.
Sebagai langkah konkret memperluas akses membaca masyarakat, dr. Widya mengungkapkan rencananya untuk menghadirkan fasilitas Pojok Baca di arena Car Free Day (CFD) setiap hari Sabtu.
Program inovatif yang akan dikolaborasikan bersama Dinas Pendidikan ini memfasilitasi anak-anak agar dapat meluangkan waktu 15 hingga 30 menit untuk membaca buku dengan pendampingan langsung dari para guru.
Selain itu, strategi revitalisasi perpustakaan kelurahan juga terus dimatangkan untuk menghidupkan kembali minat baca di tingkat tapak.
Menanggapi keberanian 75 peserta yang tampil membawakan cerita-cerita pahlawan dan legenda daerah, dr. Widya memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan anak-anak yang telah belajar memahami materi serta mengalahkan rasa gugup di panggung.
“Pesan saya untuk anak-anak, tetap semangat, jangan takut untuk tampil. Buat saya, semua adalah pemenang hari ini. Mereka mempersiapkan diri dengan baik, membaca materi berulang-ulang, memahami materi yang mereka baca. Ketika tampil, mereka harus menghadapi rasa cemas, rasa deg-degan. Jadi buat saya mereka semua adalah juara,” tuturnya memberikan motivasi.



Tinggalkan Balasan