KUPANG, KN — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi profesi pendidik. Sebaliknya, AI harus difungsikan sebagai alat bantu untuk mengoptimalkan kompetensi para guru dalam mendidik generasi penerus.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri penyerahan bantuan infrastruktur sekaligus pembukaan pelatihan AI untuk tenaga pendidik tingkat SD dan SMP se-Kota Kupang di Hotel Aston Kupang, Senin (10/8). 

Agenda ini turut dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, para camat, lurah, para kepala sekolah, guru, serta perwakilan dari Yayasan Bakti Unggul Negeri, Sahabat Education, dan PT Telkom.

Dalam pengarahannya, dr. Christian Widodo menyoroti pentingnya sikap adaptif di tengah derasnya pergeseran zaman. 

Menurutnya, kemampuan beradaptasi bukan berarti berusaha mengubah arus perkembangan teknologi, melainkan menyesuaikan langkah agar mampu berlayar beriringan dengan perubahan tersebut.

Jangan hanya konvensional saja. Dunia sudah berubah begitu cepat, kita harus mampu ikut berubah dan menyesuaikan dengan keadaan zaman. Jadi kita tidak bisa merubah arah angin, tapi kita bisa merubah arah layar kita. Menyesuaikan arah angin. Itulah adaptif,” ujar dr. Christian Widodo.

Secara khusus, Wali Kota mengimbau para tenaga pendidik untuk proaktif mempelajari dan mengeksplorasi fitur-fitur AI guna mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas. 

Ia meyakinkan para pendidik bahwa kecerdasan buatan tidak akan pernah sanggup menggeser peran sentral seorang guru yang mendidik dengan aspek emosional dan ketulusan.

AI itu selamanya tidak bisa menggantikan peran guru. Tidak usah khawatir. Guru itu mendidik dengan hati. Jadi jangan AI yang menguasai kita, tapi kita yang menguasai AI,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi ini dapat dimanfaatkan guru untuk menyusun bahan ajar, menggali gagasan pembelajaran baru, hingga menyajikan referensi visual seperti video dan animasi edukatif agar materi lebih mudah dipahami siswa. 

Dengan menyitir peribahasa Latin docendo discimus—seseorang belajar melalui proses mengajar—ia mengajak seluruh pengajar menjadikan momentum digitalisasi ini sebagai sarana untuk terus memperkaya pengetahuan diri. (agn)