“Pendapatan per bulan tidak menentu. Nilai yang paling di bawah sekitar Rp5 juta. Artinya, masih bisa membiayai anak-anak, membayar cicilan, listrik, dan masih ada sisa untuk menabung,” ungkapnya.
Tak hanya berdampak bagi keluarganya, usaha Henos juga mulai membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Saat ini, ia memiliki dua orang karyawan tetap dan mempekerjakan tenaga freelance yang jumlahnya dapat mencapai tujuh orang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
BRI Terus Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kisah Henos menunjukkan pentingnya akses pembiayaan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
“Pelaku usaha seperti Pak Henos merupakan bagian penting dari penggerak ekonomi di masyarakat. Ketika usaha berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha dan keluarga, tetapi juga dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.
Menurut Hery, BRI akan terus berupaya menghadirkan akses layanan dan pembiayaan yang dapat mendukung kebutuhan pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil.
“BRI ingin terus hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha, mulai dari tahap merintis hingga ketika usaha tersebut berkembang. Kami berharap dukungan pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengembangkan kapasitas bisnis dan naik kelas,” tambahnya.
Ke depan, Henos berharap BRI dapat terus tumbuh dan memperluas dukungan kepada para pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
“Pesan dan harapan saya, BRI terus berkembang menjadi lebih baik sehingga bisa membantu lebih banyak orang, terutama para pengusaha kecil,” pungkas Henos. (*/ab)



Tinggalkan Balasan