KUPANG, KN — Dukungan perbankan terhadap sektor usaha produktif di Kota Kupang menunjukkan tren yang sangat positif.
Dalam audiensi bersama Pemerintah Kota Kupang pada Kamis (30/7), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Kupang memaparkan komitmen investasinya serta langkah konkrit dalam membentengi masyarakat dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal melalui edukasi literasi keuangan.
Pemerintah Kota Kupang membuka ruang seluas-luasnya bagi BRI untuk memberikan pembekalan finansial kepada para pelaku usaha mikro, terutama pedagang di kawasan Sunday Market.
Sosialisasi ini mencakup edukasi penggunaan perbankan digital, kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pengelolaan keuangan secara sehat agar masyarakat terhindar dari risiko finansial yang merugikan.
Kehadiran Pemimpin Organisasi dan Deskripsi Suasana
Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang menjadi saksi pertemuan resmi yang berlangsung dengan penuh keterbukaan dan rasa saling percaya.
Ruangan berhiaskan dekorasi khas daerah tersebut menghadirkan interaksi yang harmonis antara jajaran Pemkot Kupang dan pimpinan perbankan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., didampingi Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Kupang, Eurike F. Daniela Adoe, S.E., S.ST., serta perwakilan Bagian Kerja Sama.
Pihak perbankan diwakili langsung oleh Pimpinan Cabang BRI Kupang, Terry Tambun, bersama Manager Funding, Frits R. Usu, dan Kepala Unit BRI Penfui, Lika Djo Wenji.
Realisasi Pembiayaan KUR dan Program Hunian MBR
Pimpinan Cabang BRI Kupang, Terry Tambun, menjelaskan bahwa jangkauan operasional BRI Cabang Kupang melingkupi empat wilayah hukum, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao, serta Kabupaten Sabu Raijua, didukung oleh 16 kantor layanan dan sekitar 380 tenaga kerja profesional di Kota Kupang.
Terry mengungkapkan bahwa akumulasi kucuran kredit BRI di seluruh wilayah kerja tersebut telah mencapai angka Rp4,3 triliun, di mana porsi dominan sebesar 70 persen diserap oleh masyarakat di Kota Kupang.
Untuk pembiayaan KUR, BRI mencatatkan portofolio sebagai penyalur terbesar di Nusa Tenggara Timur dengan angka penyaluran mencapai sekitar Rp2,3 triliun dari total alokasi KUR provinsi sebesar Rp2,7 triliun.
“Khusus di Kota Kupang, penyaluran KUR mencapai sekitar Rp500–600 miliar, yang sebagian besar dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Pimpinan Cabang BRI Kupang, Terry Tambun.
Tidak hanya berfokus pada modal kerja pelaku UMKM, BRI juga memperluas kontribusi sosial pada sektor pemukiman melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau hampir 3.000 debitur aktif di Kota Kupang dengan total nilai pembiayaan mencapai sekitar Rp500 miliar. (agn)



Tinggalkan Balasan