KUPANG, KN — Atmosfer semarak membalut Stadion Mini A.D Riwu Kore saat perhelatan Festival Budaya Multi Etnis dan Perayaan HUT Ke-81 Republik Indonesia tingkat Kelurahan Nun Baun Sabu (NBS) resmi dibuka pada Selasa (4/8). 

Acara yang berlangsung meriah di bawah naungan langit sore Kota Kupang tersebut diawali dengan alunan musik penuh semangat dari kelompok Marching Band MAN Model Kupang, yang sekaligus memandu jalannya Parade Budaya mengitari area lapangan.

Sejumlah kontingen parade tampil memukau mengenakan beragam busana adat khas Nusa Tenggara Timur, seperti kain tenun ikatan motif daerah yang dipadukan dengan aksesoris tradisional ti’i langga serta perhiasan kepala berbahan anyaman lontar. 

Langkah barisan parade diiringi sorak-sorai ratusan warga yang memadati tribun dan sekeliling area stadion.

Kedatangan rombongan tamu kehormatan disambut secara adat melalui tarian khas Rote Ndao yang dibawakan secara anggun oleh para penari lokal. 

Hadir mewakili Penjabat Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Staf Ahli Wali Kota Kupang, Daud Nafie, yang datang didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah setempat, di antaranya Camat Alak, Pelaksana Harian (Plh.) Lurah Nun Baun Sabu Rongsli Aldi Foen, S.E., M.M., serta Mulyanto I. Djami, S.E. selaku Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Nun Baun Sabu.

Kehadiran para pemangku kepentingan tingkat RT dan RW se-Kelurahan Nun Baun Sabu turut melengkapi jajaran pimpinan wilayah yang hadir, antara lain:

  • RW 01: Raunel A. Bolla (Ketua RT 01 Oktovianus Wenyi, RT 02 Lambertus Kalemiha, RT 03 Samai La Saiba, RT 04 Titus Radja).
  • RW 02: Pdt. Gerson Bengu (Ketua RT 05 Lodowik Kadja, RT 06 Benyamin Bengngu, RT 07 Shinta C. Lay Rihi, RT 08 Heny P. Wolan Tery).
  • RW 03: Marthen Djari (Ketua RT 09 Dandeles Djami, RT 10 Boby Nale Bara, RT 14 Gabriel Manno, S.Th., RT 15 Feni M. Nguru).
  • RW 04: Ahemad Saleh (Ketua RT 11 Alfons A. Huru, RT 12 Dirk Davidson Pa, S.Pt., RT 13 Chaterina Lobo-Dodo).

Selain jajaran birokrasi dan kelembagaan, festival ini menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pengurus Karang Taruna, pimpinan sekolah beserta para guru, hingga barisan pelaku UMKM lokal yang menggelar stan dagangan di sepanjang tepian stadion. Kepala Puskesmas Alak beserta jajaran tenaga medis juga hadir memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan perhelatan ini.

Dalam jalannya acara pembukaan, panitia mengumandangkan komitmen bersama seluruh elemen warga untuk terus merawat toleransi dan kebudayaan daerah.

“Kami masyarakat Nun Baun Sabu untuk terus menjaga budaya, membangun persatuan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” puji pembawa acara saat mengarahkan seluruh hadirin untuk berdiri dalam sesi pembukaan.

Usai pernyataan komitmen tersebut, seluruh tamu undangan, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat sebelum parade kontingen dilepas secara resmi.

Plh. Lurah Nun Baun Sabu, Rongsli Aldi Foen, S.E., M.M., mengapresiasi tinggi keterlibatan aktif seluruh lapisan warga yang bahu-membahu menyukseskan perhelatan kebudayaan tahunan ini.

“Semoga kebersamaan kita dalam acara festival dan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ini menjadi wujud nyata semangat persatuan dan keberagaman di Nusa Tenggara Timur, secara khusus di wilayah Kelurahan Nun Baun Sabu tercinta,” ujar Rongsli Aldi Foen di sela-sela kegiatan.

Semarak festival dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan dengan menyajikan berbagai pameran kerajinan tenun, bazar produk UMKM Dasawisma (seperti Dasawisma Mangga dan Dasawisma Jambu), serta panggung seni budaya yang melibatkan kontingen sekolah dari tingkat PAUD, SD, hingga madrasah di wilayah Kecamatan Alak. (agn)