Ia menegaskan bahwa kompetisi ini tidak difokuskan pada pengejaran gelar juara semata, melainkan mengutamakan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Sistemnya memeriahkan dan tidak mementingkan juara, tetapi kebersamaan dan kesatuan antawarga,” tambah Melkianus.
Partisipasi Lintas Generasi dan Rangkaian Lomba Pendamping
Turnamen bola voli tahun ini mencatatkan partisipasi sebanyak 14 tim yang terdiri dari 8 tim putra dan 6 tim putri yang mewakili RT dan RW di wilayah Kelurahan Bakunase II.
Komposisi pemain merupakan kolaborasi lintas generasi, mulai dari kalangan pemuda hingga para orang tua. Panitia juga tetap membuka kesempatan bagi wilayah RT/RW lain yang ingin menyusulkan perwakilan tim mereka.
Rangkaian kegiatan olahraga ini direncanakan berlangsung hingga puncak acara penutupan pada tanggal 17 Agustus.
Selain turnamen bola voli, panitia juga telah menyiapkan berbagai perlombaan hiburan dan lomba tradisional pendamping—seperti lomba makan kerupuk dan tarik tambang—guna semakin menguatkan rasa kekeluargaan antarwarga.
Acara pembukaan yang sedianya dibuka oleh Walikota Kupang, dr. Christian Widodo secara resmi diwakili oleh Kepala Seksi dari pihak Kecamatan Kota Raja dikarenakan agenda kerja wali kota yang padat.
Seluruh elemen masyarakat, aparat keamanan, hingga tokoh kelurahan berkomitmen untuk terus mengawal dan menyukseskan rangkaian perayaan HUT RI ini hingga selesai dalam suasana yang damai dan kondusif. (agn)



Tinggalkan Balasan