KUPANG, KN — Buana perkemahan di Bumi Perkemahan (Buper) Fatubena berlangsung syahdu sekaligus penuh semangat kebersamaan saat ratusan Pramuka Penggalang dari seluruh kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur berkumpul dalam ajang Jambore Daerah (Jamda) X Kwarda NTT Tahun 2026 pada Sabtu (1/8) malam. 

Berlangsung sejak 27 Juli hingga 2 Agustus 2026, puncak dinamika perkemahan gembira ini ditandai dengan tradisi malam penutupan api unggun yang hangat dan sarat makna kepanduan.

Atmosfer di arena Buper Fatubena pada malam penutupan terasa begitu magis dan meriah. Di bawah bentangan panggung berhias tenda merah-putih serta sorot lampu panggung yang megah, seluruh peserta berdiri melingkar menyaksikan Kobaran Api Unggun Utama yang membumbung tinggi di tengah lapangan. 

Suasana kian memukau ketika jajaran tamu undangan dan pejabat mengenakan pakaian dinas kepanduan lengkap beserta topi pet dan kain tenun khas NTT. Berbagai atraksi tarian tradisional dan pentas seni budaya daerah yang dibawakan anggun oleh para peserta berseragam Pramuka berpadu pakaian adat turut menyemarakkan panggung kehormatan.

Kegiatan akbar lima tahunan ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis. 

Dalam balutan seragam Pramuka lengkap, Serena secara simbolis memegang obor bambu bersama jajaran pengurus Kwarda dan tokoh Gerakan Pramuka untuk menyulut api unggun utama penutupan. Ia juga naik ke mimbar utama untuk menyampaikan pesan dan motivasi kepada seluruh kontingen.

Saat memberikan sambutan di podium Buper Fatubena, Serena Cosgrova Francis bernostalgia membagikan kenangan masanya saat masih aktif di bangku sekolah menengah.

“Melihat adik-adik berkumpul di sini menjadi kilas balik bagi saya waktu dulu juga ikut Pramuka saat SMP. Dan melihat adik-adik dari berbagai daerah di NTT kumpul di Kota Kupang jadi semangat baru agar kami di Pemerintah Kota Kupang semakin memperhatikan Gerakan Pramuka, karena ini merupakan kegiatan yang sangat positif untuk tumbuh kembang anak-anak,” ujar Serena Cosgrova Francis di hadapan para peserta.

Ia menegaskan komitmen Pemkot Kupang untuk terus mendukung kegiatan kepanduan sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas, mandiri, dan tangguh. 

Serena juga menguntai harapan agar pengalaman selama perkemahan ini menjadi pembekalan yang berkesan.

“Saya berharap kegiatan ini bisa memberikan kesan yang baik kepada seluruh peserta dan semua pihak yang terlibat, serta mampu membawa manfaat positif saat adik-adik kembali ke daerahnya masing-masing nanti,” tambahnya.

Dampak positif dari seluruh rangkaian kegiatan Jamda X di Buper Fatubena ini dirasakan langsung oleh para peserta yang menimba ilmu serta memperluas jaringan pertemanan antarwilayah di NTT. Maria, salah satu peserta Pramuka Penggalang, mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut serta dalam momen bersejarah ini.

“Di Buper Fatubena kami belajar banyak tentang kemandirian, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Momen malam api unggun dan pentas budaya bersama kawan-kawan Pramuka dari seluruh kabupaten di NTT membuat kami makin akrab dan bangga menjadi bagian dari Gerakan Pramuka,” tutur Maria dengan penuh semangat. (agn)