KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang secara resmi membuka perhelatan Festival Budaya Tingkat Kelurahan Kayu Putih Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Mini Loka Du’u, Kamis (30/7) malam. 

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, hadir membuka kegiatan mewakili Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo yang berhalangan hadir lantaran memimpin persiapan agenda penjemputan kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Kota Kupang.

Suasana di lokasi pembukaan berlangsung hangat, meriah, dan penuh kekeluargaan. Ratusan warga masyarakat berbondong-bondong memenuhi area lapangan sejak sore hari. 

Tampak jajaran pejabat Pemkot Kupang, pimpinan wilayah, serta para tokoh adat dan masyarakat tampil anggun mengenakan pakaian adat dan selempang tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur. 

Panggung utama dihiasi lampu-lampu sorot dan dekorasi balon emas-biru yang megah, menambah kesan pesta rakyat. Usai seremoni pembukaan, keakraban makin terasa saat para pejabat dan masyarakat bergandengan tangan menarikan tari Gawi bersama di atas panggung, lalu ditutup dengan sesi foto bersama.

Dalam amanatnya, Sekda Kota Kupang Jeffry Edward Pelt menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh elemen warga yang bergotong-royong menyukseskan perhelatan bertema “Lestarikan Budaya, Eratkan Kebersamaan, Wujudkan Kayu Putih Berbudaya” ini.

“Pelestarian budaya memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga identitas daerah, memperkuat tali persaudaraan, serta memperkenal nilai-nilai luhur kepada generasi muda di tengah arus perkembangan zaman. Festival yang rutin digelar di tingkat kelurahan ini tidak hanya menjadi wadah perekat kebersamaan, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi warga melalui keterlibatan aktif para pelaku UMKM,” ujar Jeffry.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Kayu Putih, Gunther Y. N. Beo, menegaskan komitmen pihak kelurahan untuk terus memfasilitasi ruang-ruang kreasi budaya yang berdampak pada kesejahteraan warga.

“Festival budaya ini adalah bukti nyata komitmen dan gotong royong warga Kayu Putih dalam merawat warisan etnis Ende Lio dan Nusantara. Kami ingin memastikan keberagaman ini tidak hanya menjadi kebanggaan tradisi, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang nyata bagi UMKM di kelurahan kami. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dengan harmonis,” tegasnya.

Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega, Camat Oebobo Zet Batmalo, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina M. D. Getha, serta deretan tokoh masyarakat lokal. (agn)