KUPANG, KN — Sebanyak 71 tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi diterjunkan ke tengah pemukiman warga Kota Kupang.
Program pengabdian skala besar tahun 2026 ini dirancang khusus untuk menghadirkan solusi konkret atas berbagai permasalahan wilayah perkotaan melalui pendekatan sains, teknologi, dan inovasi terapan.
Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa penerjunan puluhan tim pengabdian ini merupakan bagian dari implementasi visi kampus untuk terus relevan dengan dinamika lingkungan sekitar.
Kota Kupang dipilih menjadi salah satu dari tujuh daerah prioritas pelaksanaan PKM di wilayah NTT tahun ini.
“Universitas Nusa Cendana tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui visi World Class Locally Relevant University, Undana berkomitmen menjadikan potensi dan kebutuhan lokal sebagai dasar pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Prof. Philiphi de Rozari.
Ia menambahkan, seluruh tim yang diterjunkan mengemban misi akademis sekaligus sosial. Karena itu, pendekatan budaya dan komunikasi yang santun menjadi kunci utama kesuksesan program di lapangan.
“Sebanyak 71 tim PKM yang terdiri atas dosen, guru besar, dan mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai wilayah Kota Kupang untuk menghadirkan solusi berbasis riset. Kami berharap seluruh tim mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menghormati nilai-nilai budaya lokal, serta menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang dapat mendukung pembangunan Kota Kupang secara berkelanjutan,” tambah Prof. Philiphi.
Menanggapi penerjunan personel lapangan tersebut, Pemerintah Kota Kupang menginstruksikan seluruh jajaran birokrasi dari tingkat asisten, pimpinan dinas, hingga para lurah dan camat untuk memfasilitasi kebutuhan data serta pendampingan bagi para peneliti.
Pemkot Kupang mengimbau agar seluruh proses interaksi ilmiah ini tidak berakhir sebatas dokumen formal belaka, melainkan mampu menelurkan formulasi baru dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga Kota Kupang secara berkesinambungan. (agn)



Tinggalkan Balasan