KUPANG, KN — Selain agenda konsolidasi internal organisasi, kehadiran Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Sekjen Raja Juli Antoni di Kupang pada Jumat (31/7/2026) turut mengawal rangkaian kunjungan kerja Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Jokowi dijadwalkan berada di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang hingga Minggu (2/8/2026).
Rangkaian kegiatan bersama jajaran pengurus partai dan Jokowi di NTT diisi dengan beragam agenda kemasyarakatan yang menyasar interaksi langsung dengan warga lokal. Rombongan dijadwalkan mengikuti olahraga jalan pagi bersama warga di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan El Tari Kupang, menghadiri semarak Karnaval Gajah di kawasan bersejarah LLBK, hingga menyambangi sejumlah desa di Kabupaten Kupang, seperti Desa Oesina, Desa Lifuleo, serta Desa Mata Air Tarus.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas dipilihnya Kota Kupang dan Kabupaten Kupang sebagai tujuan rangkaian kegiatan kemasyarakatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan atas kehadiran Bapak Joko Widodo bersama jajaran pimpinan PSI di daerah kami. Rangkaian kegiatan seperti jalan pagi di CFD hingga blusukan ke desa-desa tentu akan membawa kegembiraan tersendiri bagi warga sekaligus memberi perhatian nyata pada potensi daerah kita,” ungkap dr. Christian Widodo.
Kedatangan figur Jokowi bersama rombongan DPP PSI juga disambut antusias oleh jajaran pengurus daerah. Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao, Simson Polin, menilai dinamika ini membawa iklim positif bagi pembangunan dan perhatian pusat terhadap kawasan timur Indonesia.
“Kehadiran Bapak Jokowi bersama jajaran pimpinan PSI menjadi perhatian besar bagi masyarakat NTT karena membawa harapan nyata terhadap percepatan pembangunan daerah. Ini momentum berharga bagi kami di daerah,” ujar Simson Polin.
Melalui perpaduan agenda internal dan aksi lapangan bersama masyarakat desa tersebut, PSI berharap garis komunikasi antara pengurus pusat dan pengurus akar rumput dapat terjalin makin erat, sekaligus mengawal keberlanjutan berbagai program pembangunan daerah di Nusa Tenggara Timur. (agn)



Tinggalkan Balasan