KUPANG, KN — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dibawah pimpinan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menggelar pertemuan bilateral bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, di Kota Kupang pada Kamis (30/7).
Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri oleh Ketua SKALA Indonesia Petrarca Karetji, jajaran perwakilan lembaga kemitraan, serta pimpinan perangkat daerah Pemprov NTT.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda prioritas dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi regional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Flobamora.
Isu-isu utama yang dibahas mencakup pengembangan industri garam di Kabupaten Rote Ndao, perluasan peluang investasi, reaktivasi rute penerbangan internasional Kupang–Darwin, hingga optimalisasi pembangunan kawasan perbatasan negara.
Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan bahwa kemitraan dengan Australia harus mampu memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga di kabupaten/kota se-NTT.
“Kami tidak sekadar berdiskusi, tetapi membuka jalan untuk masa depan NTT. Mulai dari industri garam Rote yang siap naik kelas, peluang investasi, pembukaan kembali penerbangan Kupang–Darwin, pengembangan kawasan perbatasan hingga peningkatan kualitas SDM. Saya percaya, setiap kabupaten di NTT punya kekuatan yang bisa menjadi mesin pertumbuhan,” ungkap Melkiades.
Sektor industri garam Rote menjadi salah satu komoditas unggulan yang didorong untuk masuk ke skala industri nasional dan ekspor melalui dukungan teknis serta investasi mitra internasional.
“Tugas pemerintah adalah menghadirkan mitra, membuka akses, dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat. Terima kasih kepada Pemerintah Australia atas komitmen dan dukungan yang terus diberikan bagi NTT. Semoga persahabatan ini tidak hanya melahirkan kerja sama, tetapi juga lebih banyak lapangan kerja, investasi, dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tutupnya. (agn)



Tinggalkan Balasan