KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang secara resmi menyerahkan hibah hak penggunaan lahan Bumi Perkemahan Fatubena seluas 6 hektar kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kupang.
Prosesi penyerahan surat persetujuan penggunaan lahan tersebut berlangsung bertepatan dengan Upacara Pembukaan Jambore Daerah (Jamda) X NTT 2026 di lokasi perkemahan Fatubena, Rabu (29/7).
Penyerahan sertifikat/surat persetujuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo kepada Ketua Kwarcab Kota Kupang Andre Otta, dengan disaksikan oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Ketua DPRD NTT Emi Nomleni.
Dari visual di lokasi, area perkemahan Fatubena yang dulunya merupakan kawasan perbukitan berbatu dan berhutan kini telah ditata menjadi lahan datar bertingkat dengan tangga-tangga semen yang tertata rapi.
Lahan seluas 6 hektar tersebut dibagi secara proporsional untuk perkemahan dan pelestarian lingkungan.
Dalam pidatonya, Wali Kota Kupang memaparkan rencana pengembangan kawasan perkemahan Fatubena sebagai aset daerah yang bernilai ekonomi dan rekreasi.
“Lahan ini seluas 6 hektar, di mana 3 hektar difungsikan khusus sebagai Bumi Perkemahan Fatubena dan 3 hektar sisanya untuk area konservasi. Penataan lahan ini kami siapkan anggarannya tahun ini agar ke depan bisa menjadi sumber PAD. Ke depan, lokasi ini akan kami lengkapi dengan fasilitas air bersih, toilet yang memadai, hingga kran-kran terintegrasi seperti standar lokasi outbound di Cibubur atau Bandung,” jelas dr. Christian Widodo.
Tak hanya penataan lahan 6 hektar, Pemkot Kupang juga telah merampungkan pembangunan infrastruktur jalan penghubung sepanjang 8,4 kilometer menuju area perkemahan dengan total investasi anggaran mencapai lebih dari Rp6 miliar.
“Untuk menunjang akses ke perkemahan Fatubena, kami telah membenahi tiga jalur jalan utama sepanjang 8,4 kilometer dengan anggaran lebih dari Rp6 miliar. Kami juga secara resmi menamai dua ruas jalan di kawasan ini sebagai Jalan Bumi Perkemahan dan Jalan Pramuka. Akses jalan ini adalah urat nadi ekonomi yang akan menghubungkan masyarakat dengan pasar,” tambah Wali Kota.
Fasilitas baru ini pun mendapat respons positif dari para peserta yang merasakan langsung aksesibilitas lokasi perkemahan. Engki (13), salah satu peserta kegiatan, mengapresiasi kemudahan akses menuju perkemahan.
“Jalan menuju ke lokasi perkemahan sudah bagus dan mulus, bus kontingen kami bisa masuk sampai dekat lokasi perkemahan tanpa hambatan. Area tendanya juga rapi dan ramah lingkungan, tempatnya tetap nyaman untuk perkemahan kami selama seminggu ke depan,” ungkapnya. (agn)



Tinggalkan Balasan