KUPANG, KN — Pesisir Pantai Namosain mendadak riuh dan penuh warna saat Pemerintah Kelurahan Namosain menggelar perhelatan Event Budaya Kelurahan Namosain pada Selasa (28/7) sore.
Acara yang dimulai pukul 17.00 WITA tersebut semakin semarak dengan kehadiran Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang datang secara langsung untuk membuka gelaran pelestarian tradisi lokal di tepi pantai tersebut.
Begitu Tiba di lokasi, kedatangan Wali Kota Kupang disambut dengan penuturan syair adat (natoni) oleh tetua adat setempat berbusana tradisional Rote lengkap dengan topi khas Ti’i Langga.
Suasana penyambutan berlangsung hangat saat anak-anak membawakan tarian adat Rote diiringi pagar betis ratusan warga lintas generasi, mulai dari para pemuda hingga kalangan orang tua.
Atraksi marching band anak sekolah turut memecah kemeriahan awal acara, memandu rombongan menuju panggung utama yang berlatar laut lepas dan paparan sinar matahari sore.
Kawasan wisata Pantai Namosain tampak dipadati antusiasme warga. Masyarakat duduk rapi di atas pembatas talud pantai, gazebo, hingga bangku penonton di sekitar panggung beralas karpet merah.
Sejumlah tenda putih dari sponsor, seperti Bank NTT, berdiri berderet menawarkan aneka jajanan UMKM lokal, mulai dari kuliner tradisional hingga hidangan kekinian seperti dimsum.
Angin laut yang berhembus perlahan berpadu dengan gelak tawa dan riuh tepuk tangan warga yang memenuhi seluruh sudut arena pertunjukan dan festival budaya.
Lurah Namosain, Nixon, mengungkapkan rasa bangga atas keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan gelaran kebudayaan ini.
“Event budaya ini bukan hanya panggung seni, melainkan ruang perekat persaudaraan bagi seluruh warga Namosain. Kehadiran Bapak Wali Kota di tengah-tengah masyarakat pesisir sore ini menjadi suntikan semangat bagi kami untuk terus merawat warisan tradisi leluhur sekaligus menggerakkan potensi ekonomi kreatif berbasis kemasyarakatan,” ujar Lurah Namosain, Nixon.
Apresiasi senada turut dirasakan oleh warga setempat yang memadati lokasi perhelatan sejak siang hari.
Risky, salah satu pemuda Kelurahan Namosain yang ikut menyaksikan langsung prosesi penyambutan, mengaku bangga wilayahnya dapat menyelenggarakan kegiatan budaya yang begitu meriah.
“Sangat senang dan bangga melihat Pantai Namosain ramai seperti ini. Ada tarian adat, marching band, sampai UMKM yang jualan. Semoga acara budaya seperti ini bisa terus dibuat tiap tahun supaya pantai kami makin dikenal dan warga di sini makin kompak,” kata Risky di sela-sela acara.
Melalui gelaran event budaya di Pantai Namosain ini, Pemerintah Kota Kupang berharap panggung kreasi warga pesisir dapat terus tumbuh menjadi magnet pariwisata daerah yang ramah, berbudaya, serta mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat lokal.
Rangkaian kegiatan itu dilanjutkan dengan penampilan musik, atraksi seni warga, serta ramah tamah bersama seluruh tokoh masyarakat dan tamu undangan yang hadir. (agn)



Tinggalkan Balasan