KUPANG, KN — Pemerintah Kelurahan Nunleu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda sosial dan budaya Pemerintah Kota Kupang. 

Bertajuk Event Budaya Kelurahan Nunleu Tahun 2026, perhelatan kebudayaan tersebut sukses diselenggarakan selama tiga hari, tepatnya pada 25 hingga 27 Juni 2026 lalu. 

Pada pergelaran tahun ini, Kelurahan Nunleu secara khusus mengangkat kekayaan warisan tradisi dan kebiasaan adat etnis Manggarai sebagai sorotan utama.

Langkah ini beriringan dengan visi dan misi Pemkot Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis yang mendorong kelurahan sebagai garda terdepan merawat kerukunan antar-etnis serta menjadikan Kota Kupang sebagai “rumah bersama” yang harmonis dan inklusif.

Totalitas Adat Manggarai dan Kolaborasi Kelembagaan

Keunikan ajang kebudayaan ini terlihat dari penerapan tata cara tradisi Manggarai yang diterapkan secara menyeluruh sepanjang acara. 

Mulai dari tata cara penyambutan tamu undangan, penggunaan tutur bahasa adat, sajian kudapan dan minuman khas, hingga penyediaan hidangan utama bagi para undangan semuanya dikemas berlandaskan nilai-nilai luhur kebudayaan Manggarai.

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari sinergi kuat berbagai pihak dan antar-kelembagaan di tingkat lokal. 

Plh. Lurah Nunleu, Ade A.P. Ndoen, menjelaskan bahwa pihak kelurahan merangkul seluruh lini masyarakat, mulai dari ketua RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga pemuda Karang Taruna untuk terlibat langsung sejak tahap perencanaan.

“Jadi program pemerintah tentang sosial budaya ini, kami dari Kelurahan Nunleu sudah melakukan program tersebut dalam hal event budaya Kelurahan Nunleu pada bulan Juni lalu. Kegiatan tersebut melibatkan semua RT, RW, LPM, dan Karang Taruna. Dari penerimaan tamu, bahasa, cemilan, minuman, juga makanan untuk tamu semuanya dilakukan secara adat Manggarai yang kami angkat,” ungkap Plh. Lurah Nunleu, Ade A.P. Ndoen.

Keberagaman Hiburan dan Inklusivitas Budaya

Selain penataan acara berbasis tradisi Manggarai, panggung utama festival juga dimeriahkan oleh atraksi seni antar-budaya, termasuk pertunjukan Barongsai serta tarian kreasikristal yang diperagakan oleh para pemuda lokal. 

Berbagai kejuaraan interaktif juga digelar, seperti lomba fashion show untuk kategori anak-anak dan dewasa, kompetisi karaoke, tarian kreasi, serta lomba tarik tambang yang berhasil menyedot antusiasme ratusan warga sekitar.

Sinergi dan kebersamaan yang ditunjukkan warga Kelurahan Nunleu ini membuktikan bahwa keberagaman etnis di Ibu Kota Provinsi NTT merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk memperkuat ketahanan budaya di tingkat akar rumput. (agn)